|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Delvi Adri
PEKANBARU - Seperti tahun lalu, pasca Hari Raya Idul fitri banyak pendatang yang mengadu nasib di Kota Pekanbaru. Sampai kini, baru 70 pendatang yang mengurus surat pindah di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Kepala Disdukcapil Kota Pekanbaru, Irma Novrita, mengatakan, pada umumnya ada dua kategori pendatang yang masuk ke Kota Pekanbaru. Pertama hanya berkunjung dan yang kedua memang menetap.
"Kalau berkunjung ini kita tidak bisa meminta urus surat pindah. Nah, yang menetap ini harus (urus surat pindah). Nanti kita ingatkan RT dan RW, mereka yang tau siapa pendatang baru di wilayahnya," kata Irma, Kamis (13/6).
74.635 Warga Pekanbaru Sudah Aktivasi Identitas Kependudukan Digital
4,9 Juta Penduduk Riau Sudah Divaksinasi Covid-19
Irma menambahkan, warga dikatakan pindah itu apabila dia sudah menetap di wilayah itu selama 1 tahun. Namun, walau pun belum sampai 1 tahun, sesuai dengan keinginan penduduk itu untuk pindah, Ia harus mengurus surat pindah. "Misalnya memang ingin pindah ke wilayah baru, dia harus melaporkan kepindahannya ke Disdukcapil," kata dia.
Disdukcapil akan menyiapkan surat untuk mengingatkan RT dan RW agar mengimbau warga baru yang ingin pindah ke Pekanbaru agar mengurus surat pindah. "Kami mengingatkan, suratnya sedang diproses untuk mengingatkan RT dan RW supaya mengimbau pendatang tadi yang pindah untuk mengurus surat pindahnya ke Disdukcapil," kata dia.
Dilihat dari data yang masuk, kata Irma, pendatang setelah lebaran memang agak menurun, dibandingkan sebelum bulan Ramadan lalu. Sebelum bulan Ramadan, mereka mencatat ada lebih dari 100 warga perhari.
Pekanbaru, 10 Besar Penduduk Miskin Terendah di Indonesia
BPS: 360 Ribu Penduduk Usia Kerja Terdampak Pandemi
Sedangkan sampai H+3 hari Raya Idul fitri pendatang yang mengurus surat keterangan datang (SKD) berkisar 70 pendatang. "Dibanding dengan sebelum puasa memang agak penurunan. Biasa rata-rata sebelum puasa ada di atas 100 warga. Kalau setelah lebaran ini sampai hari ketiga rata-rata sekitar 70 pendatang," kata dia.
Namun, jumlah itu bukan tidak mungkin akan terus bertambah. Sebab, saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru. "Seminggu ini bisa saja ada penambahan karena masuk ajaran baru. Kita akan pantau, kita minta RT dan RW untuk mendata warga yang datang," jelasnya.
Pertambahan Penduduk Pekanbaru Capai 4,06 Persen
Sementara itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Pekanbaru mencatat, dalam kurun satu tahun, penambahan penduduk mencapai 4,06 persen.
Gubri: Masih Tersisa 3,5 Juta Penduduk Riau Belum Divaksin
Pemkab Kampar Prioritaskan Vaksin Warga di Pemukiman Padat Penduduk
Kepala Dalduk KB Kota Pekanbaru Muhammad Amin menyebut pertambahan penduduk disebabkan oleh fertilitas, mortalitas dan migrasi.
"Pada hari biasa sebelum lebaran mencapai 4,06 totalitas penduduk kita. Totalitas pertambahan penduduk kita selama satu tahun 4,06. Itu disebabkan oleh fertilitas, kemudian dipengaruhi oleh mortalitas dan juga dipengaruhi oleh migrasi," kata dia.
Kata dia, Disdalduk KB juga fokus pada warga yang datang ke Kota Pekanbaru, dengan cara melakukan pembinaan keluarga. Kata dia, Kota Pekanbaru merupakan kota investasi dan jasa. Otomatis ada pekerjaan yang membuat pendatang ingin mengadu nasib.
Parah, Pajak Pertambahan Nilai Akan Naik Jadi 12%
Target 2021, Separuh Penduduk Pekanbaru Sudah Divaksin
"Kita hanya berharap ketika dia datang ke sini mengacu pada aturan yang berlaku di Kota Pekanbaru. Termasuk tentu harus mendaftar kepada Disdukcapil, bukan menjadi penduduk yang ilegal. Untuk persyaratan yang tau itu Disdukcapil. Yang pasti kita akan lakukan pembinaan. (Jumlah) penduduk kita itu 1,1 juta jiwa," jelasnya.*