|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : afrizal
BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) memasang 1000 payung dalam upaya mempercantik Kota Bagansiapiapi. Dana pemasang payung itu memang tidak ada dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan merupakan sumbangan dari bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Rohil.
Hal ini dikatakan Sekdakab Rohil, Drs H Surya Arfan MSi, Sabtu (15/6) malam kemaren. Katanya, 1000 payung itu dipasang mulai dari persimpangan Jalan Merdeka hingga didepan Mess Pemda Rohil, Jalan Perwira.
"Kalau anggarannya itu merupakan sumbangan dari para pimpinan OPD," ujar Surya Arfan.
Mulai 1 Januari 2026, Parkir di Indomaret–Alfamart di Pekanbaru Gratis
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Menurutnya, ide destinasi wisata patung ini datang ketika suksesnya Dispora Rohil membuat area perkantorannya dan sangat banyak diminati masyarakat untuk berfoto bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri 1440 hijriah kemaren.
"Karena banyaknya masyarakat berfoto dan di sharekan di media sosial berupa Facebook (FB) Bupati minta dibuat juga payung tersebut didepan mess dan beliau menyumbang sebanyak 25 payung," lanjut Surya Arfan.
Mengenai permanen destinasi wisata itu tergantung dari masyarakat. Jika masyarakat bisa menjaganya secara bersama-sama maka akan jadi permanen. "Sama-sama kita jaga, jika tidak bisa menjaga ya sifatnya hanya sementara, jadi kuncinya itu adalah masyarakat," katanya lagi.
Israel Ancam Habisi Semua Warga yang Bertahan di Kota Gaza
Bertemu Wakil Wali Kota Pekanbaru, Himanistik FISIP UNRI Keluhkan Macet dan PKL
Ke depan, terang Surya Arfan, destinasi wisata payung ini akan direncanakan dipasang disemua titik-titik tempat wisata. "Jika diizinkan bupati akan kita lanjutkan ketempat lain," sebut mantan Kepala BKP Rohil tersebut.
Di tempat yang sama, Kadispora Rohil, H Ali Asfar SSos MSi, mengatakan, kalau ide destinasi wisata payung ini muncul karena Pulau Jawa ada yang membuat hal yang sama. "Di hotel-hotel di Pulau Jawa banyak yang buat ini, jadi kami coba di kantor kami, dan ternyata minat masyarakat sangat tinggi. Setelah itu kami kabari sama bupati dan beliau sangat mendukung," Ucap Ali Asfar.*