|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Novi
"Ide untuk membuat kerupuk sagu rendang muncul sejak November 2018, dan baru terealisasi awal Desember 2018, kemudian melakukan penjualan dari Januari sampai April 2019," sebutnya.
Bagus mengatakan, dirinya melakukan pemasaran dengan dua cara, yakni order pesan antar melalui promosi di media sosial dan mengajak pembeli untuk datang langsung ke tempat produksi rumahan di Jalan Taman Siswa, Desa Mantiasa, Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Saat ini saya masih menjual makanan olahan disekitar Kepulauan Meranti saja. Rencana kedepan akan dijual hingga ke seluruh Riau dan keluar provinsi," kata siswa yang berusia 16 tahun tersebut.
Pj Bupati Kampar Berikan Perhatian Kafilah Kampar Uang Sagu Hati Rp 10 Juta
Harimau Serang Pencari Batang Sagu di Dusun III Sungai Mungkal Siak
Manager Honda Customer Care Departemen PT CDN Riau, Toni Hadi Wibowo mengatakan, kegiatan merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada sekolah-sekolah dan siswa-siswi yang berprestasi di Riau.
"Ini aktivitas tahunan kita dalam rangka memajukan dunia pendidikan. Tahun ini merupakan
pelaksanaan AHMBS ke 17 secara nasional dan tahun ke 11 di Riau yang diikuti oleh 34 peserta dari SMA, SMK, MAN sederajat lalu di saring menjadi 10 besar," kata Toni.