|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Novi Kawandi
Dibidang kesehatan, pemerintah belum bisa memberikan perlindungan khusus terhadap masyakarat yang rentan dampak asap seperti ibu hamil, lanjut usia (lansia), balita atau masyarakat yang memiliki penyakit asma menahun.
"Asap semakin parah masyarakat sehat bisa jadi sakit. Apalagai terhadap orang-orang yang rentan. Pemerintah hingga saat ini belum memberikan perlindungan khusus," tegasnya.
Masih katanya, Gerakan Riau Merdeka Asap hadir tidak hanya mengkritik, namun melalukan sesuatu mulai dari pembagian ribuan masker hingga membuka poliklinik gratis mengobatan dengan peralatan lengkap bagi korban asap.
Wakil Bupati Launching Dapur SPPG Yayasan Harapan Bunda di SMPN 1 Pangkalan Kerinci
Seluruh Paslon Kepala Daerah di Riau Deklarasikan Pilkada Damai
"Hasil penelitian yang kami temukan memang tidak ada perubahan. Pada 2016, 2017 dan 2018 tidak ada asap bukan karena pemerintah bagus dalam mengelola kebakaran hutan, tapi ditahun tersebut memang hujannya banyak," katanya.
Sementara itu, Praktisi Pendidikan, Dr dr Susiana Anggraini Tabrani MPd mengatakan, akibat diliburkan oleh dampak asap 34 persen anak Riau dirugikan dari haknya mendapatkan pendidikan.