|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU - Tiga aliran kepercayaan menyimpang ditemukan di Kota Pekanbaru. Aliran itu kini diawasi oleh Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) agar tidak menimbulkan konflik di masyarakat.
Tiga aliran itu adalah Saksi Yehuwa, Sinshe Bukkyo dan aliran pengobatan ilmu pelindung kehidupan. "Tiga aliran yang tidak sesuai dengan agama yang diakui di Indonesia," ujar Kepala Sub Seksi A Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Yopentinu Adi Nugraha, Kamis (3/10).
Aliran itu telah dibahas oleh Tim Pakem yang terdiri dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Badan Intelijen Negara (BIN) Pekanbaru, Dinas Kebudayaan Pekanbaru, Forum Komunikasi Umat Beragama Pekanbaru, Kesbangpol Pekanbaru, Kementerian Agama Pekanbaru dan Kodim 0213 Pekanbaru.
PPATK Ungkap Aliran Dana Emas Ilegal Tembus Rp 992 Triliun, PETI Jadi Pemicu Utama
Riau Jadi Simpul Utama Tol Trans Sumatera, Tiga Ruas Masuk PSN Pemerintahan Prabowo
Yopen menjelaskan, Saksi Yehuwa adalah ajaran yang mirip Kristiani. Ajaran ini tidak mengakui ada salib, Natal pada 25 Desember dan Yesus sebagai utusan Tuhan. "Ajaran ini tidak Kristin dan tidak pula Islam," ucap Yopen.
Sementara Sinshe Bukkyo adalah aliran dari Jepang yang telah diterapkan oleh sejumlah orang di Pekanbaru. Aliran ini masih dipertanyakan karena tidak masuk dalam Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).
Untuk ilmu pelindung kehidupan, adalah aliran yang berkedok pengobatan alternatif. Dalam pengobatan, pada pasien diajarkan tidak perlu membaca Alquran dan salat.
Pemerintah Segel PT Toba Pulp Lestari dan Tiga Pihak Lain Terkait Banjir Sumatra
Luhut Bantah Narasi Menteri Pertahanan Soal Bandara IMIP 'Negara dalam Negara'
"Namun dalam pengobatan itu diajarkan bahwa manusia tidak perlu melakukan ibadah seperti membaca Alquran dan salat. Dalam ajaran mereka, ibadah itu sudah ada dalam diri manusia," jelas Yopen.
Yopen menyebutkan, tiga aliran itu sudah ditemukan di Kota Pekanbaru. Namun, dia tidak bisa menyebutkan di mana saja kelompok tersebut berada karena belum ada data pasti."Kami masih melakukan penyelidikan," ucap Yopen.
Yopen menyebutkan, langkah itu perlu dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi konflik di tengah masyarakat. Menurutnya, aliran itu baru disebarkan secara individu.*
WhatsApp Hapus Akses Chatbot AI Pihak Ketiga Mulai 2026
Kolaborasi PT Arara Abadi, Universitas Riau dan Media Lakukan Mitigasi dan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan