|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : vivanews
JAKARTA – Tidak ada yang abadi di dunia ini. Istilah itu cocok untuk menggambarkan apa yang dialami oleh seorang penggemar klub sepakbola Nottingham Forest, Ben Bird.
Semenjak kecil, Ben hidup dalam lingkungan kaum kulit putih di Inggris. Tak heran, jika bibit rasisme perlahan berkembang dalam dirinya. Baginya, muslim adalah kaum yang hendak mengambil alih dunia.
Namun, semua itu berubah saat ia kuliah di University of Leeds, dan memilih untuk mendalami semua hal yang berhubungan dengan Timur Tengah. Sebagai penggemar sepakbola, tak heran jika disertasi yang dibuat Ben berhubungan dengan hal tersebut.
Kaum Milenial Terjebak Pinjaman Online, Bakal Susah Dapat KPR Rumah
Hari Ibu Momen Kebangkitan Kaum Perempuan
Salah seorang pembimbing Ben mengusulkan, bagaimana jika ia menulis tentang lagu yang dinyanyikan fans Liverpool untuk Mohamed Salah. Tak perlu waktu lama, Ben langsung setuju dan mulai melakukan riset.
Salah satu lirik lagu yang membuatnya sadar, yakni if you scores another few then I ll be Muslim too (jika ia mencetak gol lagi, aku akan jadi Muslim juga).