|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Afiffah Rahmah Nurdifa
JAKARTA – Kaum milenial masih bergelut dengan sejumlah tantangan pembiayaan untuk kepemilikan rumah, khususnya milenial kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Adapun, tantangan yang tengah menjadi perhatian pengembang yakni jebakan pinjaman online (pinjol) di segmen tersebut.
Berdasarkan catatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terdapat sekitar 81 juta generasi milenial di Indonesia yang masih belum memiliki rumah. Belum lagi dengan angka backlog rumah mencapai 12,75 juta hunian.
Ketua Umum Asosiasi Srikandi Developer dan Pengusaha Properti Indonesia (Srideppi) Risma Gandhi mengungkap tantangan milenial yang saat ini menghambat kepemilikan rumah yakni jebakan pinjaman online yang berimbas pada catatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.
Ustadz Abdul Somad Dikabarkan Terjebak Saat Kericuhan Pecah di Lapas Muara Beliti
Besok, Jangan Lalui Rute Ini, Nanti Terjebak Riau Bhayangkara Run
"Semenjak pandemi banyak regulasi yang menurut saya harus mengikuti masanya karena sudah tidak relevan dengan kondisi sekarang. Salah satunya adalah mengenai SLIK OJK, yang tidak ada standar nilai nominal maupun jenis pinjamannya," kata Risma, dikutip Minggu (19/3/2023).
Pada awal tahun 2023, Risma melaporkan, serapan rumah khusus untuk kalangan MBR pada Januari-Februari tidak optimal. Menurutnya, bukan karena tidak ada demand, tapi demand sudah rontok pada saat verfikasi SLIK OJK. Berdasarkan laporan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) dari Bank Indonesia, pada triwulan IV/2022, pertumbuhan total nilai kredit KPR dan KPA secara triwulanan tercatat sebesar 7,79 persen (year-on-year/yoy), sedikit meningkat dibanding 7,73 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.