|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putra | Penulis : Linda Metro
PEKANBARU - Massa yang tergabung dalam Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila melakukan unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (18/8) sore. Mereka mendesak Korps Adhyaksa mengusut dugaan korupsi di Pemerintahan Kota Pekanbaru.
Massa membawa dua keranda mayat sebagai tanda matinya penegakan hukum. Massa juga membawa spanduk bertuliskan "Tuntaskan Korupsi Proyek Multiyears Perkantoran Pemko Pekanbaru, apakah Walikota Kebal Hukum? Kami menolak segala bentuk korupsi di negeri ini".
Massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kejati Riau agar ditindaklanjuti. Di antaranya, meminta Kejati Riau mengusut dugaan mark-up sebesar Rp24 miliar terkait ganti rugi lahan perkantoran Tenayan Raya seluas 130 hektare atas laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Riau
Kafilah Kota Pekanbaru Tampil Unik di MTQ Riau ke-43, Usung Tema Rumah Tuan Kadi dan Save Tesso Nilo
Golkar Usung Pasangan Repol-Ardo di Pilbup Kampar
"Ganti rugai menghabiskan biaya Rp26 miliar sedangkan anggaran ganti rugi lahan yang dibuat oleh pemerintah mencapai Rp50 miliar. Ke mana sisanya," ujar Koordinator Lapangan Dedi Hidayat, dalam orasinya.
Tuntutan lain adalah meminta Kejati Riau mengusut dugaan korupsi dalam pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) yang tidak terselesaikan, dan mengusut dugaan korupsi pengadaan video wall senilai Rp5,4 miliar yang aliran dananya diduga mengalir ke Muhammad Jamil.