|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : rls
Bodhisattva Mahasthamaprapta atau Ta She Ce Phu Sa merupakan pencerminan dari sifat Ah Mi Thuo Fo (Amitabha Buddha), yaitu: kebijaksanaan, sedangkan Kuan Yin Phu Sa mencerminkan kewelas asihannya.
Ta She Ce Phu Sa mencapai tingkatan Bodhisattva setelah melewati dan melaksanakan praktek Dharma dan selalu menyebut nama Buddha pada masa itu.
Nama Bodhisattva Mahasthamaprapta memiliki arti: "Bodhisattva yang Mencapai Kekuatan Agung". Seperti yang diutarakan dalam Sutra Amitayur Dhyana (Guan Wu Liang Shou Jing): "Dengan kekuatan kebijaksanaan, mencabut penderitaan tiga alam rendah (neraka, setan, hewan) agar memperoleh kebahagiaan tertinggi, karena itu disebut sebagai Maha-sthama-prapta." Sedang Sutra Visesacintabrahma-pariprccha (Si Yi Jing) mencantumkan: "Saya menapakkan kaki di satu tempat, bergetarlah alam tiga ribu maha ribu dan istana Mara, sebab itu disebut sebagai Maha-sthama." Imbuh Bhante
Jelang Perayaan HUT ke 79 RI, Lomba Pacu Sampan Menjadi Hiburan Warga Tanah Putih
Panitia Matangkan Puncak Perayaan HPN Riau di Kuansing Tanggal 20 Juli
Makna nama Maha-sthama-prapta (Dashizhi) dapat diartikan pula sebagai berikut. Maha (Da) menunjukkan arti pencapaian Tubuh Dharma (Dharma-kaya) yang besar dan agung; Sthama (Shi) adalah kekuatan pencapaian kebijaksanaan yang menghancurkan kegelapan batin (internal) dan menundukkan godaan Mara (eksternal); sedang Prapta (Zhi) adalah pencapaian Pencerahan yang mendekati Kebuddhaan.
Untuk itu, beliau menghimbau kepada semua umat persamuan agar bisa meneladani sifat-sifat Bodhisatva Mahasthamaprapta untuk mencapai tingkat kesucian.