|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : rls
PEKANBARU - Perayaan Hari Besar Bodhisatva Mahasthamaprapta atau yang di kenal dengan nama lain Se Thian Putco berlangsung Minggu (24/3). Perayaan bertempat di Persamuan Umat Buddha Bodhisattva Mahasthamaprapta Jalan Sempurna Gang Flamboyan No 2 C, Pekanbaru.
Serangkaian kegiatan sebelum perayaan hari besar telah dilaksanakan oleh Persamuan, yakni pada tanggal 17 Maret melakukan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Rumah Bahagia yang beralamat di Jalan Sidorukun, Gang Ilham, Pekanbaru.
Sedangkan pada hari Minggu pagi dilakukan fangshen belut dan ikan ke alam bebas.
Menurut Wakil Ketua Persamuan yang sekaligus Ketua Panitia Akang, perayaan hari besar ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Di mulai dengan pembacaan Sutta (Liamkeng) yang dipimpin oleh Ramani Alissa yang hadiri oleh anggota Sangha Agung Indonesia (SAGIN) serta umat Persamuan. Anggota Sangha Agung Indonesia di pimpin oleh Bhante Bhadracaga Adicca dan Samanera Sandia Wijaya
Jelang Perayaan HUT ke 79 RI, Lomba Pacu Sampan Menjadi Hiburan Warga Tanah Putih
Panitia Matangkan Puncak Perayaan HPN Riau di Kuansing Tanggal 20 Juli
Dalam Dhammadesananya Bhante Bhadracaga Addica menyampaikan bahwa Yang Mulia Bodhisattva Mahasthamaprapta merupakan salah satu Bodhisattva yang dipuja dan dihormati oleh umat Buddha Mahayana, dan juga merupakan salah satu Bodhisattva terkemuka dalam aliran Sukhavati (tanah suci).
Namanya berasal dari bahasa sansekerta yang mengandung arti “yang telah mencapai kekuatan universal”, atau dihormati dan dipuja sebagai manifestasi dari Maitri Karuna (Cinta Kasih dan Belas Kasihan).
Bodhisattva Mahasthamaprapta atau Ta She Ce Phu Sa merupakan pencerminan dari sifat Ah Mi Thuo Fo (Amitabha Buddha), yaitu: kebijaksanaan, sedangkan Kuan Yin Phu Sa mencerminkan kewelas asihannya.
Pj Bupati Kampar dan Plh Sekda Ikuti Rangkaian Perayaan Hari Rayo Onam dan Ziarah Kubur Tahun 2024
Puncak Perayaan HPN 2024 Ditunda 20 Februari, semula Tanggal 9
Ta She Ce Phu Sa mencapai tingkatan Bodhisattva setelah melewati dan melaksanakan praktek Dharma dan selalu menyebut nama Buddha pada masa itu.
Nama Bodhisattva Mahasthamaprapta memiliki arti: "Bodhisattva yang Mencapai Kekuatan Agung". Seperti yang diutarakan dalam Sutra Amitayur Dhyana (Guan Wu Liang Shou Jing): "Dengan kekuatan kebijaksanaan, mencabut penderitaan tiga alam rendah (neraka, setan, hewan) agar memperoleh kebahagiaan tertinggi, karena itu disebut sebagai Maha-sthama-prapta." Sedang Sutra Visesacintabrahma-pariprccha (Si Yi Jing) mencantumkan: "Saya menapakkan kaki di satu tempat, bergetarlah alam tiga ribu maha ribu dan istana Mara, sebab itu disebut sebagai Maha-sthama." Imbuh Bhante
Makna nama Maha-sthama-prapta (Dashizhi) dapat diartikan pula sebagai berikut. Maha (Da) menunjukkan arti pencapaian Tubuh Dharma (Dharma-kaya) yang besar dan agung; Sthama (Shi) adalah kekuatan pencapaian kebijaksanaan yang menghancurkan kegelapan batin (internal) dan menundukkan godaan Mara (eksternal); sedang Prapta (Zhi) adalah pencapaian Pencerahan yang mendekati Kebuddhaan.
Melihat Sisa Peninggal Kebesaran Kerajaan Melayu Rokan Hulu
Gubri Hadiri Perayaan Puncak Pesta Retail Tengah Sumatera
Untuk itu, beliau menghimbau kepada semua umat persamuan agar bisa meneladani sifat-sifat Bodhisatva Mahasthamaprapta untuk mencapai tingkat kesucian.
Selain kegiatan pada Malam ini, Akang juga mengatakan, pada hari Senin (25/3) akan dilaksanakan Fangshen Burung dari Umat Persamuan. “Jadi besok selain sembahyang bersama kita akan melaksanakan Fangshen,” jelasnya.
Dihadiri kurang lebih 100an umat, acara perayaan di tutup dengan pelimpahan jasa dengan pembacaan Sutta serta sembahyang bersama dan ramah tamah.*