|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Republika
JAKARTA - Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengungkap keterlibatan mantan anak buahnya, Jenderal (Purn) Moeldoko dalam upaya pengambilalihan kepemimpinan partai Demokrat. Mantan Panglima TNI yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) disebut terlibat aktif dalam rencana kudeta tersebut.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video yang dirilisnya kemarin, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Joko Widodo tak terlibat dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan partainya.
"Termasuk pelibatan aktif dan langsung dari Kepala Staf Presiden Moeldoko, nyata sekali. "Pendongkelan kepemimpinan Partai Demokrat itu bukan hanya masalah internal, tetapi ada pelibatan unsur eksternal dan unsur eksternal itu paling tidak adalah seorang pejabat penting di pemerintahan," ujar SBY lewat keterangan video yang dirilisnya, Rabu (24/2).
Bukan Tandingan! Istana Tegaskan Komite Reformasi Polri Bentukan Prabowo Jadi yang Utama
Bambang Kembali Pimpin PSMTI Dumai
Dari laporan yang diterima SBY, gerakan kudeta tersebut belumlah berhenti. Masih ada upaya tersembunyi yang menyasar kepengurusan daerah untuk terus melancarkan pendongkelan tersebut.
"Bahwa segelintir kader dan mantan kader pelaku GPK PD (gerakan pengambialihan kepemimpinan Partai Demokrat) masih bergerak di lapangan. Sembunyi-sembunyi, kucing-kucingan. Berarti gerakan ini masih ada," ujar SBY.
Mereka awalnya menyasar ketua DPD dan DPC Demokrat. Namun seiring berjalannya waktu, kelompok tersebut menargetkan siapapun yang mau bergabung diimingi imbalan dan janji-janji.
Innalillahi, Ani Yudhoyono Meninggal Dunia
Ani Yudhoyono Wafat, Kader Demokrat di Riau Ini Sangat Bersedih
"Sangat mungkin para pelaku gerakan itu menghasut dan mengadudomba antara pimpinan DPP Partai Demokrat dengan para ketua DPD dan ketua DPC," ujar SBY.
Demokrat, tegas SBY, tak dijual dan tidak bisa dibeli oleh siapapun. Bila ada kader yang terbukti melakukan gerakan pengambilalihan kepemimpinan Demokrat, ia tegas akan mengusirnya.
"Bagi orang luar yang punya ambisi untuk merebut dan membeli Partai Demokrat, saya katakan dengan tegas dan jelas, Partai Demokrat not for sale. Partai kami bukan untuk diperjual belikan," ujar SBY.
Sumber: Republika