|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : PE/DL
PEKANBARU -- Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyebutkan bahwa pihaknya terus berupaya mengembangkan sektor UMKM dan mengajak kaum perempuan untuk perkuat UMKM daerah dengan mengangkat kearifan lokal Riau.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Riau, ketika hadir pada acara acara rapat kerja nasional (Rakernas) Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Tahun 2022 secara virtual, pada Sabtu (8/1/2022).
"Kami di Provinsi Riau terus berupaya dan mengajak kaum perempuan untuk memperkuat UMKM dan mengangkat derajat Organisasi Masyarakat Riau," sebut Gubri.
Riau Jadi Simpul Utama Tol Trans Sumatera, Tiga Ruas Masuk PSN Pemerintahan Prabowo
Dua Ruas Tol Trans Sumatera di Sumbar Masuk PSN Era Prabowo
Syamsuar menambahkan, banyaknya kearifan lokal dari Bumi Melayu, seperti, tenun dan songket melayu, Batik Riau, kuliner dan lainnya ini menjadi kearifan lokal yang berpotensi besar untuk terus dikembangkan.
"Kearifan lokal dari Bumi Melayu ini dapat menjadi kearifan lokal yang memiliki potensi besar untuk terus kita kembangkan dalam upaya mendukung pembangunan disektor UMKM," katanya.
Lebih lanjut Syamsuar menyatakan, atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pihaknya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas diselenggarakannya Rakernas PPUMI ini.
BMKG Prakirakan, Hari Ini Hujan Mengguyar Sebagian Wilayah Riau
APBD Riau 2026 Resmi Disahkan, Pemprov Tunggu Evaluasi Kemendagri
Syamsuar menuturkan, sejalan dengan Rakernas ini, ia berharap Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) dapat terus membina dan membimbing pelaku UMKM didaerah.
"Buatlah program yang terbaik untuk kemajuan pelaku UMKM yang cukup banyak dimana mereka membutuhkan perhatian kita semua," harap Syamsuar.
Syamsuar yakin bahwa ke depannya Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) menjadi pilar yang besar dalam menyangga ekonomi negara.
Penertiban di Bandara IWIP Berbuah Hasil, Warga China Ditangkap saat Bawa Mineral Ilegal
Edi Basri Tegaskan Netralitas Pj Gubernur dalam Musprov KONI Riau
Sementara itu, Ketua Umum PPUMI Munifah Syanwani mengungkapkan setelah rakernas ini juga ada talkshow dimana pihaknya berharap dengan adanya talkshow ini dapat membantu ekonomi Indonesia.
"Untuk membantu ekonomi Indonesia ini, harus ada kepanjangan tangan mulai dari berbagai macam manajemennya baik mulai produksi pemasaran khusus permodalan," ungkap Munifah Syanwani.
Pihaknya juga menyampaikan PPUMI Finance ke depannya merupakan program utama dari PPUMI dalam permodalan yang bekerjasama dengan perusahaan - perusahaan yang ada di Indonesia.
Pemkab Kuansing Apresiasi Kunjungan Kerja FPK Riau
Kolaborasi PT Arara Abadi, Universitas Riau dan Media Lakukan Mitigasi dan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
"PPUMI Finance merupakan rahmatan lil alamin, tetapi polanya tetap dengan pola sistem Syariah," ujarnya.
Munifah Syanwani berharap dengan adanya Rakernas ini dapat membimbing kaum perempuan ini sedemikian rupa agar dapat membantu dan mampu meningkatkan ekonomi nasional.
Mewujudkan ekonomi mandiri dan berdaya saing
Indosat Memperkuat Kialitas dan Keamanan Jaringan du Kepulauan Riau
"Satu Dolar" untuk Riau: PHR Didesak Buka Kartu
Sementara itu, untuk mewujudkan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing dalam prioritas pembangunan Industri, pada tahun 2021 lalu, Pemprov Riau telah melakukan kegiatan-kegiatan, antara lain :
1. Memfasilitasi Industri Kecil Menengah (IKM) untuk kerjasama dengan perusahaan kelapa sawit.
2. Pelatihan Masyarakat bagi IKM dan UMKM.
KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Diduga Terkait Kasus Korupsi Gubernur Nonaktif Abdul Wahid
Harga Sawit Swadaya Riau Turun Efek Lesunya Pasar CPO
3. E-Smart IKM, di mana sebanyak 30 IKM mendapatkan pendampingan pemasaran melalui marketplace shopee.
4. Sosialisasi Pemanfaatan Limbah kepada 30 orang dalam pemanfaatan dan pembuatan kerajinan dari limbah kelapa sawit yaitu lidi sawit.
5. Melakukan Kerjasama, antara lainlain dengan:
• Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Riau, terkait dengan expor impor.
• Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian, terkait dengan pelatihan pelaku IKM.
• Badan Standardisasi Nasional, terkait dengan Sertifikat SNI.
•PT Permodalan Nasional Madani, terkait dengan bantuan modal (KUR) dengan bunga rendah untuk para pelaku IKM dan UMKM.
• Melakukan sinergi dengan Balai Diklat Industri (BDI) Medan.
6. Memberikan Fasilitasi kepada IKM dengan perusahaan untuk pemesanan masker kain kepada 14 KUB dengan total 373.110 buah. Lalu, memfasilitasi untuk pengurusan Hak kekayaan Intelektual (HKI) berupa rekomendasi untuk pengurangan biaya retribusi pengurusan HKI sebanyak 102 surat rekomendasi. Kemudian, Memfasilitasi untuk pengurangan pajak saat mengadakan bazar dan kegiatan sosial
7. Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah (SIKIM) yang telah terbentuk dan beroperasi saat ini sebanyak 3 SIKIM, yaitu, SIKIM Sagu dan SIKIM Liberika Kabupaten Kepulauan Meranti dan SIKIM Pandai Besi Kabupaten Kampar.