|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : PE*
SELATPANJANG-- Satu unit kapal laut terbakar dan tenggelam di Pesisir Selat Malala, Rabu dinihari (16/2/2022). Persis kejadian berlangsung di Perairan Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat, sekira pukul 01:00 WIB, pascabertolak dari Kepulauan Meranti, tujuan Negara Tentangga Malaysia.
Atas kejadian itu dua orang awak kapal berlambung KLM Samudera Indah itu belum ditemukan, dan masih dilakukan proses pencarian oleh petugas gabungan. Korban adalah Deddy Trisnawan dan Zakaria.
Sementara enam orang lainnya selamat. Mereka berhasil ditemukan nelayan srtelah terombang ambing dan dijemput oleh aparat gabungan.
Tiga Relawan Indonesia Peserta Global Sumud Flotilla Pulang ke Tanah Air
Kejati Kepri Geledah Kantor Jasa Kapal Batam, Ungkap Dugaan Korupsi Rp4,4 Miliar
Enam orang awak yang selamat diantaranya terdiri dari Afis Efendi, M Syahril, Abdul Jalil, M Sukiran, M Fadli Saputra, dan Sukiran.
Kejadian diungkapkan oleh Kepala KSOP Selatpanjang Leonardo Natal Siahaan di ruang kerjanya, Rabu (16/2/2022) siang seperti dilansir riaupos.co.
"Terhadap kapal yang bermuatan 84 ton arang bakau dan 50 ton tepung sagu ini memiliki sertifikat keselamatan yang kami anggap cukup layak. Sehingga kejafian ini fure kecelakaan. Namun kami akan menggali lebih jauh apa penyeb kebakaran," ungkapnya.
Prabowo: Kolonial Belanda-Inggris Sebabkan Konflik dengan Malaysia
Delegasi Korea Selatan dan Malaysia Bahas Kerja Sama Kebudayaan dan Pers di PWI Riau
Berdasarkan hasil laporan yang ia terima dsri anggota di lapangan, api berasal dari ruang mesin setelah dua jam perjalanan menuju Batu Pahat Malaysia lepas sadar dari Selatpajang Pukul 23.00 WIB.
"Tapi kami belum tau pasti apa penyebab kebakaran. Karena kita belum dapat keterangan rinci dari korban yang selamat," ujarnya.
Untuk itu saat ini pihaknya madih fokus mencari kedua korban yang belum ditemukan. Bahkan ia mengaku telah berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Basarnas untuk ikut sama mencari korban yang masih hilang.
Gaikindo Sentil Pajak Tahunan Avanza di RI Mahal, di Malaysia Tak Sampai Rp400 Ribu
Terkendala Perizinan, 68 PMI Kembali Dideportasi dari Malaysia Melalui Dumai
Kepala Kantor SAR Kelas A Pekanbaru, Ishak SSiT MSi MMar E, mengatakan saat ini pihaknya telah berada di lokasi terbakarnya kapal tersebut. Dia mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan kejadian itu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.
“Ada delapan orang dalam kapal tersebut. Namun baru enam orang yang berhasil diselamatkan. Dua orang lainnya masih dalam pencarian,” terangnya, Rabu (16/2/2022) siang.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Saat ini kita masih fokus mencari dua ABK yang belum ditemukan,” ujarnya lagi.