|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : PE*
Melansir dari Healthline, saat kadar glukosa berfluktuasi atau meningkat secara konsisten, respons kekebalan jadi lebih rendah sehingga berisiko lebih cepat sakit.
Akan tetapi, Ronald Irwanto, dokter spesialis penyakit dalam-konsultan penyakit tropik dan infeksi di RS Pondok Indah Puri Indah dan RS Pondok Indah Bintaro Jaya, mengingatkan bahwa komorbid bukan satu-satunya faktor penyebab keparahan gejala infeksi Covid-19.
"Banyak juga waktu gelombang Delta, banyak pasien usia muda, enggak ada komorbid, harus pakai ventilator [berarti gejala berat] dan meninggal," kata Ronald dalam temu media bersama RSPI Group, Selasa (22/2).
Dia menyebut ada 3 faktor yang turut berkontribusi pada kasus keparahan hingga kematian pasien Covid-19 yakni:
1. Jumlah virus, loading virus yang tinggi akan memperberat gejala. Tentu virus sebanyak 10 ribu copies akan membawa kondisi lebih parah daripada seribu copies virus.