|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : PE/CNN
JAKARTA -- Ketua Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo menemui Wakil Ketua MPR sekaligus politikus PKS Hidayat Nur Wahid di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/5-2022).
Gatot yang ditemani sejumlah pentolan KAMI dalam pertemuan tersebut, membahas sejumlah persoalan kebangsaan. Beberapa isu yang dibahas antara lain penolakan perpanjangan masa jabatan presiden hingga kasus Ustaz Abdul Somad yang ditolak masuk Singapura beberapa waktu lalu.
"Ini tanda-tanda bangsa ini sudah mulai eksistensinya menurun, kejadian yang kemarin kebetulan Abdul Somad dengan dokumen resmi bahkan dari Singapura resmi juga itu datang ke Singapura kemudian dideportasi," kata Gatot kepada wartawan usai pertemuan.
Temui Dirjen Migas, Bupati Siak Bahas Kedaulatan Energi dan Masa Depan PT. BSP
Panitia Temui Menkum dan Kapuspen TNI, Kongres Persatuan PWI Direncanakan 30 Agustus 2025
Gatot menyebut kasus UAS mengingatkan pada kasus serupa yang menimpa dirinya saat ditolak masuk ke AS pada 2017 karena diduga terkait dengan kegiatan terorisme.
Menurut Gatot, jika sebuah negara memiliki daya tawar yang tinggi, negara lain akan memiliki data-data orang yang tidak boleh memasuki wilayah mereka. Ia justru heran, dalam kasus UAS, sejumlah pihak justru mengolok-olok.
"Mana kala ada WNI yang diperlakukan seperti itu, anak bangsa terbelah. Justru ada yang membully, ada juga yang membela," katanya.
Gubri dan Wamenaker Sidak PT Sanel Travel, namun Gagal Temui Pemilik
Gubernur Riau Temui Menteri Kehutanan, Perjuangkan Dana Pengelolaan Hutan Lewat Skema Internasional
Dalam pertemuan itu, Gatot mengaku juga membahas soal isu perpanjangan masa jabatan presiden hingga tiga periode.
Dirinya turut menanggapi saat ditanya kemungkinan bakal maju di Pilpres 2024. Gatot menilai terlalu dini untuk membicarakan pencalonan presiden.
"Sekarang masih terlalu dini bicara seperti itu. Kita bicara nyelamatin Indonesia dulu, nanti kita lihat," katanya.
Dorong Sinergi Migas dan Pembangunan Daerah, Gubernur Riau Temui PHR di Jakarta
Dorong Pembiayaan Hijau, Gubri Abdul Wahid Temui Menteri LHK Hanif Faisol di Jakarta
Gatot dalam pertemuan membawa dokumen mosi terhadap kudeta konstitusi. Mosi berisi poin permintaan kepada MPR RI untuk terbuka menyerap aspirasi rakyat.
Dia mendesak MPR bersikap keras dan tegas kepada pemerintah soal penegakan hukum seperti kasus minyak goreng hingga penundaan pemilu.
"Mendorong MPR RI untuk bersikap keras dengan mendesak kepada Presiden agar bertindak cepat dan tegas untuk memberhentikan para anasir makar konstitusi dari jabatannya," demikian salah satu bunyi poin mosi tersebut.