|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rahma Sulistya | Penulis : Reiny Dwinanda
JAKARTA - Pengguna WhatsApp diperingatkan bahwa mereka dapat terblokir otomatis dari aplikasi itu mulai 24 Oktober 2022. Sebuah laporan mengumumkan bahwa WhatsApp akan memblokir otomatis para pengguna yang memakai perangkat iPhone versi lama.
Laporan itu mengatakan bahwa proses pemblokiran otomatis itu telah dimulai pada beberapa pengguna. Mereka telah menerima peringatan untuk memperbarui ponselnya.
"Perangkat yang kemungkinan terblokir otomatis adalah iPhone 5 dan iPhone 5s," tulis laporan di Business-Standard, dikutip dari laman The Sun, Ahad (4/9/2022).
Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Ratusan iPhone di Pelabuhan Punggur
Panglima TNI Ingatkan Penggunaan Strobo dan Sirene Sesuai Aturan
Kedua iPhone tersebut tidak bisa memutakhirkan sistem operasinya kalau tidak meningkatkan hardware-nya. Sistem operasi iOS 10 dan iOS 11, khususnya, sudah tidak banyak digunakan di iPhone.
Lewat situs web Pusat Bantuannya, WhatsApp telah menyatakan bahwa iOS 12 atau versi perangkat lunak yang lebih baru akan diperlukan bagi pengguna iPhone untuk terus menggunakan WhatsApp. Pengguna Android juga perlu memulai pembaruan perangkat lunaknya ke 4.1 atau sistem operasi yang lebih baru.
Untuk memperbarui iPhone, buka aplikasi "Pengaturan (Setting)" lalu tekan "Umum (General)". Langkah selanjutnya adalah memilih "Pembaruan Perangkat Lunak" (Update Software) dan perangkat pun bisa memenuhi persyaratan baru.
OJK Perketat Penggunaan Paylater, Usia Minimal 18 Tahun-Gaji Rp3 Juta
Supplier Engagement Day 2024, UMKM Binaan PHR Raup Cuan Jutaan Rupiah
Jika menggunakan Android, buka "Pengaturan" dan pilih "Tentang Ponsel" (About Phone). Kemudian tekan "Periksa Pembaruan" (Check Updates) dan jika pembaruan tersedia, sebuah tombol akan muncul yang bertuliskan 'Perbarui' (Update). Setelah Anda memilih "Install Now", "Reboot", atau 'Install System Software', maka ponsel sudah termutakhirkan.
WhatsApp juga mengubah sistem pesan mereka bulan lalu untuk memungkinkan pengguna memiliki jangka waktu yang lebih lama dalam "membatalkan pengiriman teks". Jika sebelumnya bisa langsung dengan mudah menghapus pesan, kini pengguna harus menunggu selama dua hari.(*)
Sumber: Republika