Dilansir CNNIndonesia.com yang sudah menghubungi juru bicara Menhan Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, untuk meminta konfirmasi mengenai ketertarikan Indonesia untuk membeli drone Turki. Namun, dia tak segera memberikan respons.
Indonesia sendiri tercatat beberapa kali membeli senjata dari Turki, salah satunya anti-torpedo. Kesepakatan itu terjalin pada 2019 lalu.
Dalam kesepakatan itu, RI membeli sistem anti-torpedo kapal selam, yang mencakup sistem pengacau atau jammer ZOKA dan alat umpan pada 22 Oktober 2019, demikian laporan Janes.com.
Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Lokal, Klaim Oposisi Indonesia bertentangan dengan Fakta Lapangan
Pertama di Indonesia Libatkan 7 Penguji, Seleksi Direktur BSP Tuai Pujian Kementerian
Alat pengacau itu bekerja dengan memancarkan suara yang memenuhi frekuensi operasi akustik torpedo, sementara umpannya dapat diprogram untuk mensimulasikan karakteristik akustik dan hidrografik kapal selam induknya.
Alat dan sistem itu akan disematkan di kapal selam Nagapasa Tipe 209/1400.