HOME / Riau

* Kota Pekanbaru Tertinggi Kasus Perceraian

9.296 Kasus Perceraian di Riau Didominasi Perselisihan

Selasa, 14 Februari 2023 | 20:16:07 WIB
Editor : Putrajaya | Penulis : Febrian Fachri/ Friska Yolandha
9.296 Kasus Perceraian di Riau Didominasi Perselisihan - Pekanbaruexpress
Ilustrasi

PEKANBARU - Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pekanbaru mencatat sebanyak 9.296 kasus perceraian di Riau. Perceraian ini didominasi kasus perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus antara suami dan istri.

Humas Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pekanbaru, Muhammad Yusar menjelaskan, sepanjang 2022 lalu pihaknya mencatat perceraian sebanyak 9.296 kasus di Riau. Kasus perceraian dipicu oleh perselisihan dan pertengkaran yang terus-terus antara pasangan suami istri.

"Dari 9.296 kasus ini, pemicu paling tinggi  perceraian adalah perselisihan dan pertengkaran terus menerus, yaitu mencapai 7.469 kasus," kata Yusar, Selasa (14/2/2023).

Baca :

Faktor lain menurut Yusar adalah, karena dipengaruhi oleh perangai salah satu pihak, yaitu judi, dipenjara dan meninggalkan pihak lainnya dengan jumlah kasus sebanyak 1.719. Selain itu, faktor ekonomi bahkan tak terlalu mempengaruhi jumlah perceraian yaitu dengan jumlah 675 kasus.

Dia mengungkapkan, daerah yang paling tinggi angka perceraiannya adalah Kota Pekanbaru, yakni 1.823 kasus. Lalu, Kabupaten Kampar 1.297 kasus. Selanjutnya, Kabupaten Rokan Hulu 833 kasus, Rokan Hilir 812 kasus, Kabupaten Indragiri Hilir 809 kasus, Bengkalis 742 kasus.

Sdangkan Kabupaten Indragiri Hulu 669 kasus, Siak 601 kasus, Pelalawan 580 kasus, Kota Dumai 514 kasus, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 430 kasus, dan Kepulauan Meranti 186 kasus.

Baca :

"Penyebabnya perceraian di Riau ini beragam, mulai dari zina, mabuk, madat, judi, meninggalkan salah satu pihak, dihukum penjara, poligami, kekerasan dalam rumah tangga, cacat badan, perselisihan dan pertengkaran terus menerus, kawin paksa, murtad hingga ekonomi," ujar Yusar seperti dilansir republika.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
Pasar
Wajah

Artikel Popular
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik