|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU - Warga Desa Gunung Melintang, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, mengevakuasi seekor bayi tapir (Tapirus indicus) dan menyerahkannya ke BBKSDA Riau, Kamis (23/3).
Kepala Bidang Wilayah I Andri Hansen Siregardi Pekanbaru, Jumat, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari petugas Balai Taman Nasional TessoNilo tentang warga setempat yang menemukan anak tapir terperangkap di sebuah lubang.
Menurut keterangan warga, diduga anak tapir ditinggal oleh induknya. Kemudian seorang warga bernama Tompul menyelamatkan dan membawa ke rumahnya untuk dirawat sementara.
Trump Siap Perang, Serukan Evakuasi Warga Amerika dari Iran
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
"Setelah seminggu merawat anak tapir tersebut, kemudian ia melaporkan kepada petugas Balai TNTN dan diteruskan ke BBKSDA Riau," sebut Hansen.
Anakan tapir tersebut kemudian dibawa ke Kandang Transit Satwa BBKSDA Riau guna dilakukan pemeriksaan medis oleh tim medis.
Diketahui tapir berjenis kelamin betina ini baru berusia sekitar 3 bulan, masih menyusui dan kondisi fisik cukup kurus namun dalam keadaan sehat dan masih menunjukkan tanda-tanda yang normal.
Mengejutkan Warga, Pipa Gas Tanam PT TGI Meledak di Dusun Nibul Desa Batu Ampar
Bupati Siak Imbau Warga Rayakan Tahun Baru Hindari Kerumunan Massa
"Saat ini bayi tapir masih di kandang Transit untuk dirawat dan direhabilitasi secara intens oleh tim medis sebelum nantinya dinyatakan layak untuk dilepasliarkan," terangnya.
Lanjut Hansen, ia berterima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Gunung Melintang atas upaya penyelamatan bayi tapir yang tertinggal oleh induknya ini.
"Perlu disampaikan, tapir merupakan satwa langka dan dilindungi yang sejak 2008 telah dinyatakan sebagai satwa yang terancam punah sehingga diperlukan upaya konservasi untuk mempertahankan keberadaannya, terutama dalam hutan-hutan alam yang menjadi habitat aslinya," pungkas Hansen. (*)