|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
"Banyak hal baru yang bisa dipelajari, selain ilmu program studi yang saya jalani, teknologi yang diterapkan, saya juga banyak belajar untuk beradaptasi terkait budaya, bagaimana bergaul dan bertukar pikiran dengan dosen dan mahasiswa dari mancanegara yang ada di sana," kata Jaffee.
Di Amerika, kata Jaffee, proses perkuliahan selalu diimbangi antara teori dan praktik. Kegiatan praktik di perusahaan mendorong kemampuan dan daya saing mahasiswa untuk siap terjun di dunia kerja. "Sehingga kita bisa mengerti dan merasakan laiknya dunia pekerjaan sesungguhnya," katanya.
Untuk diketahui, PHR bekerja sama dengan Pertamina Foundation membuka program Beasiswa Prestasi jenjang S2 di Amerika Serikat khusus untuk putra-putri asal Riau. Program ini terbuka bagi 2 orang terbaik dari Riau untuk bisa menempuh kuliah S2 jurusan Teknik Perminyakan atau biasa disebut Petrotech di Negeri Paman Sam.
Adu Otot AS–Iran Kian Terbuka, Pengamat Dunia Nilai Perang Besar Masih Bisa Dihindari
Bupati Siak Ingatkan OPD Komit Kinerja yang Terukur Berbasis Performa dan Terbuka
Founder dan Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto, yang merupakan lulusan Colorado School of Mines juga berbagi pengalaman saat ia berada di AS. Ia menilai bahwa bersekolah di luar negeri akan membawa manfaat positif yang luas.
“Dalam hal akademis, sistem pendidikan di AS yang mapan akan makin membentuk dan meningkatkan karakter disiplin dalam belajar. Di luar akademis, banyak tata nilai dan kemajuan sosial budaya masyarakat internasional yang dapat kita ambil dan itu sangat memperluas dan memperkaya wawasan, pola pikir dan cara pandang kita. Beasiswa internasional dari Pertamina Hulu Rokan ini dengan demikian merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mendapatkan semua manfaat itu dan sekaligus membuka jalan untuk SDM Indonesia go international," paparnya.