|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Republika
JAKARTA - Asosiasi Penyelenggara Haji Umroh dan Inboud Indonesia (Asphurindo) menyesalkan kuota haji reguler masih tersisa sekitar 20 persen atau sekitar 40 ribu calon jamaah haji. Sementara, Jumat (5/5/2023) adalah waktu terakhir untuk menyelesaikan biaya pelunasan haji reguler.
"Harus berubah sekarang ini. Memang kita sesalkan baru kali ini sisa kuota 40 ribu ini, terus keberangkatan tinggal 20 hari lagi. Gimana ngisi kuotanya itu? Ini yang menjadi persoalan," ujar Sekjen Asphurindo Muhammad Iqbal Muhajir saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (4/5/2023).
Iqbal mengatakan, seharusnya pengurusan haji itu sudah dilakukan sejak Desember 2022, tidak perlu menunggu keputusan jumlah kuota haji yang akan diberikan pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia.
Stok BBM Menipis, Shell, BP-AKR, dan Vivo Kompak Ambil Langkah Mengejutkan
PWI Pusat Sesalkan Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia
"Kita harus berubah untuk pengurusan haji itu harus dari Desember, jangan nunggu berapa kuotanya, tinggal tentukan saja. Misalnya, kita dapat kuota tiap tahun 200 ribu, ya sudah kita siapkan itu dari Desember. Itu harus sudah siap meskipun belum MoU kuota," ucap Iqbal seperti dikutip ihramid.
Jika pengurusan haji itu dilakukan sejak Desember lalu, kata dia, persiapan haji tahun ini pun akan lebih matang. Namun, karena pelunasan baru dibuka mulai 11 April sampai 5 Mei 2023, akhirnya keteteran.
"Sekarang ini keteteran, 20 hari terbang, 40 ribu belum dilunasi. Solusinya yg sekarang segera gerak cepat seperti haji khusus, langsung mengambil kuota dari bawah atau yang langsung siap berangkat," kata Iqbal.