|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Sedangkan lomba membuat minyak goreng yang diikuti perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Inhil, lanjutnya, para peserta harus mampu menghasilkan minyak goreng sebanyak-banyaknya dari bahan dasar 2 kilogram (kg) santan kelapa. Selain itu, tekstur, rasa dan warna minyak goreng yang dihasilkan juga akan mempengaruhi penilaian.
"Hadiahnya, kita sediakan uang pembinaan. Untuk lomba menyolak kelapa Juara 1 Rp 500.000, Juara 2 Rp 400.000, Juara 3 Rp 300.000, Harapan 1 Rp 200.000 dan Harapan 2 Rp 100.000. Kemudian untuk lomba membuat minyak goreng perkelompok, Juara 1 Rp 700.000, Juara 2 Rp 500.000, Juara 3 Rp 300.000 dan Harapan 1 Rp 200.000," terang Dwi Budianto.
Senada dengan itu, Ketua PWI Inhil Ardiansyah Julor mengungkapkan, menyolak dan membuat minyak goreng dari santan kelapa adalah bagian dari kehidupan masyarakat serta kebiasaan yang telah dilakukan sejak dahulu dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Bupati Pelalawan Hadiri HUT Himpaudi Ke-20 dan Lomba Menggambar & Mewarnai Se-Kabupaten Pelalawan
65 Kafilah Dumai Ikuti Seluruh. Cabang Lomba MTQ XLIII Riau Tahun 2025, Ini Harapan Sekda
"Harapannya, kegiatan ini mengingatkan kita kembali bahwasanya kelapa merupakan identitas bagi masyarakat Kabupaten Inhil," kata Ardiansyah Julor.
Adapun pemenang lomba menyolak kelapa, yaitu Juara 1 Romi dari Kelurahan Pekan Arba, Juara 2 Tamsil dari Sungai Cakah, Juara 3 Ferdi Juandi dari Parit 15 Tembilahan, Harapan 1 Samsul dari Kelurahan Pekan Arba dan Harapan 2 Arif dari Suhada Tembilahan.