|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Antara
Rony juga membantah salah satu pernyataan dalam sebuah video yang beredar ketika di ruang rektor pada Sabtu (9/9) lalu, di mana Khairunnas mengaku diludahi oleh Rony di bagian mata dan rambutnya.
"Kami ini adalah dosen, bagaimana mungkin kami berperilaku tidak beretika. Kami disebutkan meludahi wajah hingga berlumuran di rambut dan mata. Namun, jika berbicara tentang cekcok mulut, itu memang benar. Kami melakukan itu bukan tanpa alasan," ungkap Rony.
Dalam video viral pertemuan di ruang rektor, Rony mengaku bahwa setelah memasuki ruangan rektor, ia mengajukan pertanyaan mengenai dugaan gratifikasi dalam pengadaan layanan internet di kampus, serta keluhan mengenai tidak dibayarkannya remunerasi kepada para dosen. Suasana memanas dan berujung pada cekcok mulut karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari rektor.
Kapolda Metro Rilis Tujuh Nama Polisi Diduga Pelindas Ojol Affan Kurniawan
Kasmudjo Bantah Jadi Dosen Pembimbing Jokowi
Rony mengatakan bahwa dirinya terpancing emosi oleh permainan dramatis yang dilakukan oleh Khairunnas. Pada saat itu, Khairunnas tiba-tiba menyerudukkan kepalanya sambil berkata, "Pukul, pukul lah," sebanyak tiga kali.
"Pada panggilan ketiga, saya langsung berdiri, tetapi saya dicegah oleh petugas keamanan. Tiba-tiba Khairunnas menjauh dan teriak sambil menunjuk kepalanya, 'Ludah, ludah.' Kemudian, ia meminta petugas keamanan untuk mengambil foto keningnya," tambahnya.