|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU - Gubernur Riau, Syamsuar, mengungkapkan bahwa dari Januari hingga 8 Oktober 2023, tercatat ada 2.169 titik api di provinsi tersebut, yang mengakibatkan kerusakan pada 2.029,15 hektar lahan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
"Dari total lahan seluas 2.029,15 hektare yang terbakar di Riau, tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Kabupaten Rokan Hulu memiliki 50,6 hektar lahan terbakar, diikuti oleh Kabupaten Rokan Hilir dengan 238 hektare," katanya dalam pernyataan yang diterima di Pekanbaru pada hari Senin.
Selain itu, lahan yang terbakar juga mencakup 115,67 hektar di Kota Dumai, 398,29 hektar di Bengkalis, 39,05 hektar di Meranti, 50,06 hektar di Siak, 45,97 hektar di Pekanbaru, 193,09 hektar di Kampar, 261,73 hektar di Pelalawan, 349,34 hektar di Indragiri Hulu, 258,85 hektar di Indragiri Hilir, dan 28,5 hektar di Kabupaten Kuantan Singingi.
DED Flyover Simpang Panam Selesai, Pembangunan Masih Terkendala Pembebasan Lahan
Kolaborasi PT Arara Abadi, Universitas Riau dan Media Lakukan Mitigasi dan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, ia menyebutkan bahwa saat ini tidak ada titik api di Sungai Raya dan Sekip Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, dan upaya pendinginan sedang dilakukan.
"Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya memadamkan api dengan membentuk dan mengaktifkan tim Satgas Karhutla di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta pos-pos lapangan di lokasi karhutla," katanya.
Selain itu, semua sumber daya manusia dan infrastruktur pemadam kebakaran, seperti ekskavator, mesin pompa pemadam, selang, kendaraan operasional, pembangunan kanal penghalang, embung, menara pemantau kebakaran, dan lainnya, telah dikerahkan.
Sejarah Agraria di Siak, Lahan dan Kebun Sawit Rakyat Dilepaskan Dari Kawasan
Komnas HAM Bongkar Fakta Mengejutkan di Tesso Nilo di Riau
Ia juga menyebutkan bahwa mereka telah mengalokasikan anggaran rutin dan dana tanggap darurat untuk pencegahan dan pemadaman kebakaran.
"Tim Satgas Karhutla aktif melakukan deteksi dini melalui aplikasi dashboard Lancang Kuning, Sipakar Riau, Sipongi KLHK, serta pemantauan hotspot BMKG," tambahnya.
Selain itu, mereka telah memperkuat tim Satgas Karhutla Riau dengan dua helikopter patroli (PK-RTX dan PK-ZGD), dua helikopter water bombing (C-FIZA dan N332N), dan satu pesawat TMC (Pilatus PC-6).
Heboh, Beredar SK Kades di Siak Diduga Perjualbelikan Lahan Konsesi PT SSL
SPPG Kembang Minta Maaf, Puluhan Siswa di Tembilahan Diduga Keracunan Makanan MBG
"Kita perlu terus memantau arah angin, yang berpotensi membawa asap dari tenggara ke barat laut-utara, yang mempengaruhi wilayah Riau, Malaysia, dan Singapura. Kami terus bekerja keras untuk mengendalikan karhutla di Riau, dengan potensi personel sebanyak 17.764 yang siap ditempatkan sesuai kebutuhan," kata Syamsuar.
Sumber Artikel: Antaranews