|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
WASHINGTON - Sebuah laporan yang diterbitkan oleh sebuah kelompok Muslim di Amerika Serikat (AS) telah mengungkapkan bahwa lebih dari 98 persen dari individu yang terdaftar dalam daftar pantauan FBI memiliki nama-nama Muslim.
Dalam laporan yang berjudul "Dua Puluh Tahun Terlalu Lama: Seruan untuk Menghentikan Daftar Pantauan Rahasia FBI," dijelaskan penggunaan Database Penyaringan Terorisme oleh FBI, yang disinyalir menargetkan komunitas Muslim.
Setelah menerima versi daftar FBI tahun 2019 yang tidak sengaja diunggah oleh sebuah maskapai penerbangan regional, CAIR (Council on American-Islamic Relations) melakukan analisis menyeluruh terhadap lebih dari 1,5 juta nama dalam daftar tersebut.
Pasukan Tim Pengintai Jerman Angkat Kaki dari Greenland
Trump Siap Perang, Serukan Evakuasi Warga Amerika dari Iran
"Lebih dari 350.000 dari nama-nama tersebut termasuk variasi dari nama-nama seperti Mohamed, Ali, atau Mahmoud, dan dari 50 nama yang paling sering muncul, semuanya merupakan nama-nama Muslim," demikian laporan tersebut.
"Dari daftar pantauan yang kami telaah, kami memperkirakan lebih dari 1,47 juta nama di antaranya adalah Muslim, yang menggambarkan lebih dari 98 persen dari total jumlah tersebut," tambah laporan tersebut.