POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
HOME / Mancanegara

98 Persen dari Daftar Pantauan FBI Adalah Nama Muslim

Minggu, 15 Oktober 2023 | 20:16:00 WIB
Editor : Adlis Pitrajaya | Penulis : Servet Günerigök
98 Persen dari Daftar Pantauan FBI Adalah Nama Muslim
Ilustrasi: Gedung FBI

WASHINGTON - Sebuah laporan yang diterbitkan oleh sebuah kelompok Muslim di Amerika Serikat (AS) telah mengungkapkan bahwa lebih dari 98 persen dari individu yang terdaftar dalam daftar pantauan FBI memiliki nama-nama Muslim.

Dalam laporan yang berjudul "Dua Puluh Tahun Terlalu Lama: Seruan untuk Menghentikan Daftar Pantauan Rahasia FBI," dijelaskan penggunaan Database Penyaringan Terorisme oleh FBI, yang disinyalir menargetkan komunitas Muslim.

Setelah menerima versi daftar FBI tahun 2019 yang tidak sengaja diunggah oleh sebuah maskapai penerbangan regional, CAIR (Council on American-Islamic Relations) melakukan analisis menyeluruh terhadap lebih dari 1,5 juta nama dalam daftar tersebut.

Baca :

"Lebih dari 350.000 dari nama-nama tersebut termasuk variasi dari nama-nama seperti Mohamed, Ali, atau Mahmoud, dan dari 50 nama yang paling sering muncul, semuanya merupakan nama-nama Muslim," demikian laporan tersebut.

"Dari daftar pantauan yang kami telaah, kami memperkirakan lebih dari 1,47 juta nama di antaranya adalah Muslim, yang menggambarkan lebih dari 98 persen dari total jumlah tersebut," tambah laporan tersebut.

Laporan tersebut menyoroti dampak negatif yang telah ditimbulkan oleh daftar rahasia FBI selama dua dekade, yang telah menyebabkan kesulitan dan ketakutan dalam komunitas Muslim.

Baca :

"Meskipun yang menjadi target daftar FBI selanjutnya mungkin bukanlah Muslim, dengan berakhirnya era Perang Melawan Terorisme, daftar rahasia FBI kemungkinan akan mengincar target baru. Target berikutnya bisa menjadi sesama warga Amerika, dan laporan ini dimaksudkan sebagai peringatan bagi mereka," ujar laporan tersebut.

Kelompok Muslim ini juga memanggil Presiden Joe Biden untuk mengambil tindakan dalam mengatasi masalah daftar pantauan tersebut.

Individu yang terdaftar dalam daftar pantauan FBI menghadapi berbagai hambatan, termasuk pembatasan perjalanan, masalah imigrasi, pertemuan dengan FBI, rekaman kekerasan oleh polisi, kesulitan dalam mendapatkan izin dan lisensi, konsekuensi profesional, serta akses terbatas ke gedung pemerintah.

Baca :

Dalam kejadian baru-baru ini yang melibatkan akses ke gedung pemerintah, Walikota Prospect Park, New Jersey, Mohamed Khairullah, tidak diundang secara tiba-tiba oleh Secret Service untuk menghadiri perayaan Idul Fitri di Gedung Putih. Penolakan ini dihubungkan dengan statusnya dalam daftar pantauan FBI. *

Sumber: aa.com


Pilihan Editor
Berita Lainnya
opini
Dewan Perdamaian dan Cara Trump Merangkul Lawan
Selasa, 20 Januari 2026 | 13:30:16 WIB
pekanbaru
Brigjen TNI Agustatius Sitepu Nahkodai Korem 031/Wira Bima
Selasa, 20 Januari 2026 | 11:59:54 WIB
mancanegara
Eropa Waspada, Pernyataan AS soal Greenland Picu Reaksi Sekutu
Selasa, 20 Januari 2026 | 11:49:34 WIB
WASHINGTON
Dewan Perdamaian Versi Trump Bikin Dunia Waswas, PBB Terancam Tergeser
Senin, 19 Januari 2026 | 22:41:33 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
1
3
4
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB