POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
HOME / Nusantara

Dukung Boikot Produk Pro Israel

Ketua Umum PBNU Ajak Pemimpin Dunia Menekan Israel

Selasa, 21 November 2023 | 21:10:51 WIB
Editor : Adlis Pitrajaya
Ketua Umum PBNU Ajak Pemimpin Dunia Menekan Israel
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf

JAKARTA - Meski mendukung gerakan boikot produk yang terafiliasi atau mendukung Israel penting dilakukan agar meraih perhatian politik, namun menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, gerakan tersebut tidak cukup, dan perlu solusi yang lebih kongkret untuk menyelesaikan tragedi yang terjadi, salah satunya mengajak pemimpin dunia menekan Israel.

"Gerakan boikot cukup penting untuk mendapatkan perhatian politik dan saya kira sekarang juga sudah terasa," ujar Gus Yahya di Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Menurut Gus Yahya, gerakan boikot produk memang menjadi satu langkah penting. Namun, hal tersebut tidaklah cukup.  
"Ini penting untuk mendapatkan perhatian politik, tetapi harus dipikirkan jalan keluar yang masuk akal dan possible. Bukan cuma sekadar harapan, tetapi betul-betul yang workable yang bisa dilakukan jalan keluarnya," kata dia.

Baca :

Bahkan, kata dia, saling boikot produk terjadi antara pendukung perjuangan Palestina maupun pendukung agresi Israel. Pada akhirnya, gerakan ini bersifat resiprokal dan pada saat yang bersamaan agresi tentara Israel ke Palestina tetap berlanjut.

"Sebelum semua itu, serangan harus dihentikan segera. Ini kita sampaikan terus-menerus. Bukan cuma kita saja, tetapi semua pihak di seluruh dunia," kata dia.

Dia mengajak para pemimpin agama di seluruh dunia untuk bertindak secara nyata dalam menghentikan agresi Israel terhadap masyarakat di Gaza, Palestina.

Baca :

"Menghentikan segera bencana kemanusiaan berlangsung di Gaza," ujar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di Jakarta, Selasa.

Gus Yahya mengatakan ajakan ini akan dirumuskan dalam gelaran R20 International Summit of Religious Authorities (ISORA) pada Senin (27/11/2023) di Jakarta.

Sejumlah tokoh agama dari sejumlah negara yang tergabung dalam R20 akan menghadiri kegiatan tersebut.

Baca :

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat menggerakkan para aktor global dan tokoh-tokoh agama untuk menyuarakan gencatan senjata di Palestina.

"Otoritas agama akan memobilisasi kekuatan yang mereka punya untuk bergerak dan meletakkan pengaruh pada komunitasnya dan lingkaran pemangku kebijakan untuk bergerak maju," ujarnya.

Ia mengatakan, ISORA juga akan membahas mengenai masalah fundamental konflik yang masih terjadi sampai sekarang bahkan semakin parah di Timur Tengah, yaitu melemahnya tatanan internasional yang seharusnya menjadi aturan internasional dan disepakati negara-negara.

Baca :

Gus Yahya menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya terjadi pada satu kelompok saja, tapi masalah bagi kemanusiaan.  "Jika kemanusiaan tidak bisa menyelesaikan masalah Palestina, maka kemanusiaan itu gagal pada dirinya sendiri," katanya. 

Sumber: Republika


Pilihan Editor
Berita Lainnya
WASHINGTON
Dewan Perdamaian Versi Trump Bikin Dunia Waswas, PBB Terancam Tergeser
Senin, 19 Januari 2026 | 22:41:33 WIB
Pekanbaru
Polisi Bongkar Sarang Narkoba di Jalan Pangeran Hidayat Pekanbaru
Senin, 19 Januari 2026 | 19:36:00 WIB
Korupsi
KPK Lakukan Operasi di Pati, Bupati Sudewo Dikabarkan Diperiksa
Senin, 19 Januari 2026 | 18:10:00 WIB
BERLIN
Pasukan Tim Pengintai Jerman Angkat Kaki dari Greenland
Senin, 19 Januari 2026 | 14:52:32 WIB
politik
DPR Kunci Pilkada: Revisi UU Dipastikan Tak Masuk Prolegnas 2026
Senin, 19 Januari 2026 | 14:50:00 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
1
3
5
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB