|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Aksi saling balas serangan itu dilaporkan menyebabkan 16 warga Palestina dan empat warga Israel tewas. Sejak Maret 2018, situasi di Gaza, khususnya di dekat perbatasan dengan Israel telah memanas. Hal itu dipicu oleh digelarnya aksi bertajuk Great March of Return oleh warga Palestina di sana.
Dalam aksi itu mereka menuntut Israel mengembalikan lahan dan tanah yang didudukinya pasca-Perang 1967 kepada para pengungsi Palestina. Selain itu, warga Palestina juga menyuarakan protes atas keputusan AS memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.
Namun, aksi demonstrasi yang berlangsung di sepanjang perbatasan Gaza-Israel itu direspons secara represif oleh Israel. Mereka menembaki para demonstran dengan peluru tajam.
Gencatan Senjata Dilanggar, Israel Kembali Tewaskan Jurnalis dan Anak-anak di Gaza
Kinerja Operasional 2025, Direktur PT BSP Paparkan Pencapaian 100 Persen Target Well Service hingga Tantangan
Sebanyak 189 warga Palestina tewas sepanjang aksi Great March of Return dilaksanakan. Sementara itu, sekitar 6.016 lainnya mengalami luka ringan dan berat. PBB telah menyatakan, tindakan Israel terhadap para demonstran Great March of Return merupakan kejahatan perang.
Sekitar 2 juta warga Palestina tinggal di Gaza. Kondisi ekonomi mereka telah menderita selama bertahun-tahun karena blokade Israel dan Mesir.