|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Adlis Pitrajaya
PEKANBARU - Kejaksaan Tinggi Riau mengakui, saat ini sebanyak 30 orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) masih belum berhasil. Salah satunya tersangka korupsi 36 miliar, Nader Taher, yang dikabarkan berada di Jerman.
“30 DPO kasus pidana umum dan korupsi, termasuk Nader Taher. Ini pekerjaan rumah kita untuk mencari. Kita ada tim AMC (Adyhaksa Monitoring Center) yang memantau pergerakan buronan,” sebut Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Akmal Abbasdi Pekanbaru, Jumat.
Hingga saat ini tim tangkap buron (tabur) Kejati Riau masih terus melakukan pemantauan terhadap para buronan.
Jejak Pengabdian Hawk 109/209 di Riau Berlanjut ke Pontianak
Kasus SPPD Diduga Fiktif DPRD Riau Akan Digelar di Mabes Polri
"Sebelumnya ada informasi dia ke Jerman, dan ini sudah lama,” lanjutnya.
Nader Taher sendiri diduga terlibat korupsi pembobolan Bank Mandiri dengan meraup kekayaan untuk dirinya sendiri mencapai Rp36 miliar. Ia melarikan diri sejak tahun 2006 silam.
“Apabila masyarakat mengetahui keberadaannya dapat menghubungi kejaksaan negeri seluruh Indonesia,” imbaunya.
Harga Emas Antam Longsor di Akhir Pekan, Cek Daftar Lengkapnya
Bikin Geger Sepak Bola Asia! PSSI Percayakan Timnas Garuda ke Pelatih Penakluk Piala Dunia
Sementara itu, dikatakan Akmal Abbas, buronan yang sudah ditangkap pada tahun 2023 berjumlah empat orang. Angka ini melebihi target capaian yang hanya dua buronan.
“Pencarian buron dari target dua orang, capaian realisasi empat orang,” tambah Akmal. *
Sumber: Antarariau