|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE*
PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Brigjen TNI (purn) Edy Natar Nasution telah membentuk Tim Satgas Terpadu untuk menyelesaikan konflik warga Okura dengan PT Surya Intisari Raya atau PT SIR. Di mana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah memberi ruang sepenuhnya kepada warga untuk menyampaikan aspirasi terkait permasalahan lahan.
Dikatakan, Aliansi Masyarakat Adat Melayu Riau, Heri Ismanto, warga Okura sangat berterima kasih kepada Gubri Edy Nasution karena telah bergerak sigap dalam menangani konflik. Hal itu ia ucapkan di Ruang Rapat lantai 7 Menara Lancang Kuning, Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Jumat (12/01).
“Kami dari aliansi masyarakat Adat Melayu Riau, atas nama masyarakat kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa terhadap pak Gubernur dengan terbentuknya Satgas Terpadu hari ini untuk menangani khusus tentang konflik masyarakat dengan PT SIR. Jadi, apresiasi ini, satu-satunya menurut kami yang hadir di tengah masyarakat yang menjadi bagian yang cukup melegakan hati, walaupun masalah keberhasilan itu mungkin selanjutnya,” ucapnya.
Trump Siap Perang, Serukan Evakuasi Warga Amerika dari Iran
Apel Perdana 2026, Bupati Siak 'Prank' 6 ASN yang Berulang Tahun dengan Apresiasi yang Manis
Dijelaskan, pihaknya sudah memaparkan semua bahwa dasar-dasar tuntutan masyarakat ini adalah berdasarkan undang-undang dan peraturan pemerintah itu sendiri. Menurutnya, warga tidak memaksakan diri keluar dari ketentuan-ketentuan.
“Kami tetap hormati perusahaan sebagai investasi. Namun, bukan berarti investasi yang menghilangkan hak masyarakat,” jelasnya.