POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Kampar

Januari 2024, BPS Riau Amati Perhitungan Inflasi di Kampar

Kamis, 1 Februari 2024 | 14:24:00 WIB

Editor : Moli Wahyuni | Penulis : ADVETORIAL

Januari 2024, BPS Riau Amati Perhitungan Inflasi di Kampar
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi.

PEKANBARU - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi mengatakan bahwa mulai Januari 2024, Kabupaten Kampar ditambahkan sebagai daerah perhitungan inflasi di Provinsi Riau. Di mana sebelumnya ada tiga daerah yang menjadi amatan inflasi, yakni Kota Pekanbaru, Kota Dumai, dan Tembilahan Indragiri Hilir (Inhil). 

 

"Mulai Januari 2024, perhitungan inflasi Provinsi Riau ditambahkan satu daerah amatan yaitu Kabupaten kampar. Sebelumnya kita memiliki 3 kota yang menjadi kota amatan inflasi, yakni Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan," ujar Asep saat melaporkan rilis berita resmi statistik, Kamis (1/2/2024). 

Baca :

Asep Riyadi melaporkan, secara y-on-y (year on year) Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 2,35 persen (Januari 2023-Januari 2024). Sedangkan secara m-to-m (mount to mount) Riau mengalami inflasi 0,11 persen (Desember 2023-Januari 2024). 

Labih lanjut, untuk Kota Tembilahan, Asep Riyadi mengatakan terjadi inflasi (y-on-y) sebesar 1,55 persen (Januari 2023-Januari 2024), sedangkan secara m-to-m, inflasi di Kota Tembilahan sebesar 0,47 persen (Desember 2023-Januari 2024). 

"Sementara itu, untuk Kabupaten Kampar, terjadi inflasi (y-on-y) sebesar 3,89 persen (Januari 2023-Januari 2024), dan secara m-to-mo sebesar 0,56 persen (Desember 2023-Januari 2024)," jelasnya. 

Baca :

Masih kata Asep Riyadi, untuk Kota Pekanbaru, terjadi inflasi (y-on-y) sebesar 1,66 persen (Januari 2023-Januari 2024), dan secara m-to-m, Kota Madani mengalami deflasi sebesar 0,19 persen (Desember 2023-Januari 2024). 

Sedangkan untuk Kota Dumai, terjadi inflasi (y-on-y) sebesar 1,91 persen (Januari 2023-Januari 2024), dan secara m-to-m mengalami inflasi sebesar 0,26 persen (Desember 2023-Januari 2024). 

"Ada enam komoditi yang mendorong terjadinya inflasi di Riau (m-to-m), yaitu daging ayam ras, bawang merah, sigaret kretek mesin, emas perhiasan, tomat, dan beras. Sementara enam komoditas lainnya yang mendorong deflasi di Riau (m-to-m), yakni cabai hijau, angkutan udara, ikan tongkol, cabai rawit, ikan serai, dan cabai merah," pungkas Asep Riyadi.* 

Baca :


Pilihan Editor
Berita Lainnya
politik
DPR Minta Audit Menyeluruh Seluruh Bandara Khusus Usai Polemik IMIP
Jumat, 28 November 2025 | 23:01:00 WIB
Pasar
Wajah
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd Firdaus
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd...
Jumat, 19 September 2025 | 23:14:21 WIB
Artikel Popular
2
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB