POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Nusantara

Galang Dukungan Selamatkan Demokrasi

Koalisi Dosen Universitas Mulawarman Minta Presiden Hentikan Manuver Politik

Sabtu, 3 Februari 2024 | 23:18:59 WIB

Editor : Putrajaya

Koalisi Dosen Universitas Mulawarman Minta Presiden Hentikan Manuver Politik
Presiden Jokow Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir membagikan sembako di depan Istana Negara. (Foto: Sindo)

JAKARTA - Koalisi Dosen Universitas Mulawarman (Unmul) menyoroti soal mundurnya demokrasi akibat perilaku para elite politik. Mulai dari putusan Mahkamah Konsitusi (MK) yang dinilai cacat etik, keterlibatan aparatur negara, pengangkatan penjabat kepala daerah yang tidak transparan dan terbuka, hingga keberpihakan dan cawe-cawe presiden dalam pemilihan presiden yang membahayakan demokrasi.

"Bahkan lembaga-lembaga negara telah dikooptasi oleh kekuasaan. Lembaga negara yang lahir dari rahim reformasi seperti KPK dan MK, dikontrol sedemikian rupa hanya untuk memuaskan syahwat politik kekuasaan," kata dosen Fakultas Hukum Unmul Herdiansyah Hamzah dalam keterangannya, Sabtu (3/2/2024).

Adanya berbagai situasi tersebut membuat  sivitas akademika Unmul memgambil sikap. Koalisi Dosen Unmul menuntut agar demokrasi diselamatkan. "Hentikan tindakan serta segala keputusan yang mencederai demokrasi," ucapnya.

Baca :

Koalisi Dosen Unmul juga mendesak presiden untuk tidak boleh memihak, serta mendesak pemerintah untuk menghentikan langkah politik yang hanya ditujukan untuk kepentingan dinastinya. 


 

"Jokowi adalah presiden seluruh rakyat Indonesia, bukan presiden untuk anak dan keluarganya," katanya menegaskan.

Baca :

Para akademisi juga meminta kepada seluruh aparatur negara agar bersikap netral dan tidak memihak dalam mementum elektoral 2024 ini. Para aparatur negara yang dibayar dari pajak-pajak rakyat harus mengabdi untuk kepentingan rakyat banyak, bukan kepada elit politik, golongan dan kelompok tertentu.

"Kekuasaan tidak boleh menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kelompok tertentu, termasuk mempolitisasi bantuan sosial atau bantuan pangan untuk memenangkan calon tertentu," ungkapnya.

Terakhir, Koalisi Dosenbl Unmul juga menyerukan kepada seluruh akademisi dan kelompok intelektual lainnya untuk terlibat secara luas dan masif dalam menjaga demokrasi dari ancaman tiran kekuasaan.

Baca :

Sejumlah dosen yang mendukung pernyataan sikap tersebut yakni Sholihin Bone (FH), Alfian (FH), Orin Gusta Andini (FH), Herdiansyah Hamzah (FH), Warkhatun Najidah (FH), Sri Murlianti (FISIP), Haris Retno Susmiyati (FH), Purwadi (FEB)Donny Dhonanto (Faperta), Esti Handayani Hardi (FPIK) dan Harry Setya Nugraha (FH).

Selain itu dosen Unmul yang lain Wiwik Harjanti (FH), Grizelda (FH), Ivan Zairani Lisi (FH), Agus Junaidi (FEB), Irma Suryani (FH),  Erwiantono (FPIK), Penny Pujowati (Faperta), Safarni Husain (FH), Setiyo Utomo (FH), Encik Akhmad Syaifudin (Faperta), Kalen Sanata (FH), Jnsan Tajali Nur (FH), Aji Ratna Kusuma (Fisipol), Islamudin Ahmad (FF), Heru Susilo (FPIK), Masrur Yahya (FIB), dan Saipul (Fisip).

Sumber: Republika

Baca :


Pilihan Editor
Berita Lainnya
opini
Harapan SMSI Tahun 2026: Podcast Menjadi Institusi Pers
Kamis, 1 Januari 2026 | 20:21:00 WIB
nusantara
Dua Ruas Tol Trans Sumatera di Sumbar Masuk PSN Era Prabowo
Selasa, 30 Desember 2025 | 12:02:42 WIB
Pasar
Wajah
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd Firdaus
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd...
Jumat, 19 September 2025 | 23:14:21 WIB
Artikel Popular
1
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB