|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/RIN
PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau langsung melakukan mitigasi di lokasi munculnya harimau sumatera, yang sempat menyerang bocah 2 tahun di Dusun Mungkal, Desa Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, pada Selasa (20/2) malam.
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman Suhefti Hasibuan, SHut MM menceritakan, interaksi negatif harimau sumatera terjadi pada Selasa (20/2) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat Iwan pemilik rumah pergi kerumah keluarga nya berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.
Kala itu, harimau masuk melalui pintu dapur karena saat kejadian pintu dalam kondisi terbuka. Lalu, harimau mencoba menarik kaki Iman Saputra usia 2,1 tahun yang tidur di kamar bersama ibunya.
Etanol dalam BBM: Harapan Baru, Tantangan Lama
Bupati Pelalawan Ajak Masyarakat Jaga Kekompakan, Gotong Royong, dan Semangat Persatuan
Beruntung Lestari ibu korban terbangun dan langsung menjerit, sehingga harimau bereaksi dan langsung kabur. Kakek korban yang tinggal di sebelahnya juga terbangun langsung melempar harimau menggunakan velg motor.
"Anak 2 tahun ini selamat karena ibunya terbangun dan berteriak minta tolong," jelas Kababes.
Setelah kejadian kerabat dan tetangganya serta karyawan yang ramai di lokasi langsung bersiaga terhadap serangan susulan.
Bangun Kekompakan dan Silaturahmi, Diskominfotik Rohil Taja Tausyiah Keagamaan
Ekspor Riau Terancam, Gubernur Wahid Soroti Dampak Tarif Impor AS
Beberapa warga lainnya langsung melarikan korban yang mengalami luka gigitan dan cakaran di kaki kirinya ke Ruang P3K Kebun Metas PT Trio Mas, untuk mendapatkan pertolongan pertama.
"Beberapa menit kemudian, warga dan karyawan melihat harimau kembali mendekat ke rumah korban dan langsung diusir bersama-sama," jelas Genman.
Esoknya Rabu (21/2) Tim BBKSDA Riau langsung berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan pemerintah daerah dan Tim WRU Balai Besar KSDA Riau dari Seksi Wilayah terdekat meluncur ke TKP bersama dengan Tim BPBD Siak untuk melakukan mitigasi.
AS Resmi Mundur, Tak Lagi Dukung Pendanaan Dampak Perubahan Iklim
Banjir di Riau Meluas ,12.813 Jiwa Masyarakat Terdampak
"Akses menuju TKP ditempuh dengan jarak sekitar 3 hingga 4 jam, karena untuk dapat menjangkau lokasi hanya melalui sungai dan laut," kata Genman.
Tim yang turun juga melakukan pemasangan kamera trap untuk memantau pergerakan harimau dan memasang kandang jebakan.
"Kami menghimbau masyarakat untuk tenang dan tidak melakukan aktivitas di jam aktif harimau yakni di sore hingga pagi hari," pesan Genman.
PLTA Koto Panjang Buka Tiga Pintu Waduk, Dampak Tingginya Curah Hujan
PHR Terima Penghargaan Tax Award 2024, Ini Dampaknya Bagi Pekanbaru
Genman juga menghimbau, agar pihak-pihak lain tidak melakukan perburuan yang menyebabkan berkurangnya pakan harimau.
"Kami mengimbau jangan melakukan perburuan seperti rusa dan babi serta lainnya. Karena, dampaknya pakan yang berkurang. Harimau akan mendekati pemukiman masyarakat yang memiliki ayam dan ternak seperti sapi dan kambing untuk dimakan," sebut Genman.*