|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE*
PHR turut andil dalam menjaga konservasi alam dan pelestarian habitat Gajah Sumatra (Elephants maximus sumatranus) di sekitar wilayah operasi di WK Rokan. Upaya konservasi Gajah Sumatra diperkuat dengan Program Agroforestri yang melibatkan masyarakat di sekitar area jelajah (home range) gajah liar.
Bersama penggiat pecinta alam Rimba Satwa Foundation (RSF) dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, PHR mendorong pemulihan habitat gajah dengan menanam tanaman pakan di area perlintasan gajah serta menanam tanaman yang rendah gangguan atau tidak disukai gajah namun bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.
“Inisiatif program agroforestri ini memiliki manfaat yang multi dimensi. Selain mendukung pengurangan jejak karbon melalui penanaman pohon, gerakan ini sekaligus menjaga keanekaragaman hayati, memberdayakan ekonomi masyarakat serta memperbesar ruang agar gajah dapat hidup harmonis berdampingan masyarakat,” ucap Rudi.
Edi Basri Tegaskan Netralitas Pj Gubernur dalam Musprov KONI Riau
Dukung Penguatan Media Siber, KH. Ma’ruf Amin Bersedia Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI
Adapun luas area yang telah ditanam saat ini sekitar 225 hektar. Membentang di dua kantong populasi gajah di kawasan hutan Giam Siak Kecil, Kabupaten Siak dan Balairaja, Kabupaten Bengkalis. Sedangkan untuk penanaman pohon pengkayaan pakan gajah mencapai 400 hektar.
Upaya konservasi gajah juga dilakukan secara terintegrasi melalui pemantauan populasi gajah. PHR dan RSF melakukan pemasangan lima unit GPS Collar untuk gajah liar pada habitat Minas dan Duri. Sejauh ini, pemasangan GPS Collar yang dapat mendeteksi pergerakan gajah liar tersebut dinilai berjalan cukup efektif mengurangi interaksi negatif satwa gajah dengan masyarakat sekitar.