|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE*
Tidak hanya melindungi gajah sebagai satwa endemik Sumatera. PHR dengan mengusung konsep kolaborasi Pentahelix menggandeng masyarakat dalam mendukung konservasi mangrove di Dumai. Kegiatan perlindungan tanaman jenis hutan bakau ini menunjukkan perkembangan cukup baik.
Program konservasi mangrove berjalan sejak 2022 dengan luas kawasan awal 2.6 Hektare, namun saat ini terus berkembang mencapai 24 Hektare pada tahun 2024. Selain berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, konservasi mangrove bahkan telah menciptakan sirkular ekonomi sebagai ekoeduwisata.
Tidak hanya ramai dikunjungi wisata lokal, Kawasan Mangrove Bandar Bakau ini juga kerap didatangi peneliti dari luar negeri. Kawasan mangrove ini diprediksi mampu mengurangi emisi karbon hingga 1.268 Ton CO2Eq atau setara emisi dari 845 kendaraan
Edi Basri Tegaskan Netralitas Pj Gubernur dalam Musprov KONI Riau
Dukung Penguatan Media Siber, KH. Ma’ruf Amin Bersedia Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI
Selain konservasi gajah dan mangrove, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR terus berkomitmen dalam menjaga alam dan lingkungan. Berkolaborasi dengan LPPM Universitas Lancang Kuning (Unilak) dan LPPM Universitas Muhammadiyah Riau UMRI), PHR telah membina kelompok bank sampah, bahkan telah berkembang baik inti maupun unit termasuk Sekolah Adiwiyata.
Bank sampah binaan PHR telah menghasilkan sejumlah produk turunan mulai organik hingga anorganik seperti Eco Enzym (EE), Azolla, Pupuk Lindi, Maggot, Minyak Jelantah serta berbagai produk kerajinan dari hasil daur ulang sampah serta ecobrick. Selain melakukan pengembangan produk turunan, PHR Bersama LPPM UMRI juga terus mengembangkan unit-unit baru dari Bank Sampah.