|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : republika
JAKARTA - Memasuki awal Ramadhan, Israel kembali melancarkan serangan ke wilayah Palestina hingga menewaskan puluhan warga sipil. Meski begitu warga Palestina khususnya di Gaza tetap semangat menjalani ibadah pada bulan suci ini.
Imam asal Gaza, Muzhaffar S A Alnawati, mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada satu pun Ramadhan tanpa serangan Israel. "Tabiat Israel selalu ingin merusak syiar Islam. Mereka tidak pernah ridha terhadap Islam sehingga salah satunya dengan merusak kesucian Ramadhan," katanya saat ditemui di Masjid Al Aqwam, Jakarta, pada Rabu lalu, (15/5).
Beruntung, kata dia, warga Gaza masih dapat bertahan dan masih diberikan kekuatan serta kemampuan untuk menjalankan ibadah. "Menjalani Ramadhan di tengah konflik sudah biasa bagi warga Gaza," lanjut Imam Muzhaffar.
Ratusan Lembaga Budaya di Belanda dan Belgia Kompak Boikot Israel!
Israel Ancam Habisi Semua Warga yang Bertahan di Kota Gaza
Dia menjelaskan, Ramadhan merupakan bulan yang sangat diberkahi. Hanya saja orang-orang di Gaza dalam kondisi yang sangat banyak tantangan, sehingga mereka berupaya memaksimalkan Ramadhan sesuai kemampuan mereka.
Walau demikian, tuturnya, ketika Ramadhan datang, warga Gaza lebih semangat dalam melakukan beragam kegiatan termasuk beribadah. Orang-orang kaya di Gaza pun semakin banyak berinfak demi mendapat keutamaan Ramadhan.