POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Huawen

Ratusan Umat Hadiri Perayaan Waisak di PUB Bodhisatva Mahasthamaprapta

Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB

Penulis : rls

 Ratusan Umat Hadiri Perayaan Waisak di PUB Bodhisatva Mahasthamaprapta
Puncak perayaan Hari Tri Suci Waisak 2563/2019 di PUB Bodhisatva Mahasthamaprapta dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Mei 2019.

PEKANBARU - Rangkaian kegiatan Waisak 2563 BE/2019 di Persamuan Umat Buddha (PUB) Bodhisatva Mahasthamaprapta yang beralamat di Jalan Sempurna Gang Flamboyan No 2 C Pekanbaru sudah di mulai pada tanggal 10 Mei 2019 dengan pembagian takjil di Jalan Riau.

Dilanjutkan pada tanggal 12 Mei 2019 kunjungan kasih ke Rumah Singgah Alfamart Pekanbaru.

Menurut Suryanti, selaku Ketua PUB Bodhisatva Mahasthamaprapta Pekanbaru, diserahkan bantuan dari para donatur berupa buah-buahan untuk anak-anak penderita kanker dan tumor.

Baca :

Puncak perayaan Hari Tri Suci Waisak 2563/2019 di Persamuan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Mei 2019 dengan di hadiri ratusan umat buddha yang di pimpin oleh Romo Sumitomo .E. Di hadiri oleh Dua orang Bhikkhu Sangha Agung Indonesia, yakni Bhante Thiradhammo Thera dan Samanera Sandia Wijaya.

Acara di mulai dengan Prosesi Puja yang di perankan oleh muda/i Persamuan. Prosesi puja merupakan kegiatan yang bertujuan untuk melengkapi altar dengan berbagai perlengkapan seperti pada umumnya. Misalnya, lilin, dupa, bunga, air, dan buah.

Setiap perlengkapan tersebut bukan hanya terlihat seperti persembahan materi pada umumnya, tetapi memiliki arti tersendiri. Lilin merupakan simbol dari penerangan batin yang akan melenyapkan keserakahan, kebencian, dan keegoisan. Harumnya dupa melambangkan harumnya kebajikan bagi seseorang. Jadi, nama baik seseorang akan tersebar ke seluruh penjuru dunia, seperti harumnya dupa yang menyebar ke seluruh penjuru mata angin.

Baca :

Bunga melambangkan ketidak-kekalan. Bunga mengingatkan kita, bahwa kelak seindah apa pun jasmani yang kita miliki, kita akan tua, sakit, dan meninggal. Air merupakan simbol dari kesucian, kerendahan hati, dan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Buah mengartikan rasa manis dari ajaran Buddha. Selain itu, mengingatkan kita akan “buah”  (akibat) dari perbuatan yang telah kita lakukan. Berbuat baik, memperoleh hasil baik. Sebaliknya, berbuat buruk, mendapatkan hasil yang buruk pula.

Setelah Prosesi Puja dilanjutkan pembacaan parita suci oleh umat. Dalam pesan Waisak 2563 BE dengan tema Waisak Tahun ini "Mencintai Tanah Air Indonesia”. Dalam Dhammadesananya Bhante Thiradhammo Thera, menjabarkan Tema Waisak 2563 BE /2019, tema tersebut mengandung makna bahwa manusia yang hidup di dunia ini ditakdirkan berbeda-beda baik warna kulit, suku, agama dan budaya.

Namun apabila selalu disertai rasa simpatik dan cinta kasih sayang, semuanya dapat melebur menjadi satu, itulah yang disebut kebhinekaan.

Baca :

“Kita masing-masing mempunyai keyakinan, kepercayaan, iman sesuai dengan keyakinan masing-masing,” kata Bhante Thiradhammo.

“Waisak merupakan momen mengingatkan umat Buddha untuk meneladani apa yang diajarkan oleh Sang Budha,” ungkapnya.

Melalui makna Hari Suci Waisak diharapkan kondisi selalu damai dan tentram. Ia juga berharap dapat bergandengan tangan dengan semua agama, karena Buddha selalu berpesan hidup rukun, menghormati perbedaan dan rendah hati.

Baca :

Ajaran Buddha selalu mengarahkan umatnya berbuat lebih baik, mengutamakan perdamaian dan mengasihi sesama umat. Ia berharap, umat dapat meneladani Sang Buddha yang mengajarkan tentang kesederhanaan hidup, dengan memilih jalan tengah dalam setiap persoalan yang dihadapi.

Beliau mengatakan bahwa tahapan awal yang diperlukan dari dalam diri sendiri adalah berdamai dengan diri sendiri. Beliau juga menegaskan bahwa kita tidak akan bisa membuat satu pun makhluk di dunia ini berbahagia apabila kita belum mampu berdamai dengan diri sendiri.

Berdamai dengan diri sendiri diwujudkan melalui Jaga Mulut, Jaga Tindakan, Kendalikan Diri.

Baca :

Rangkaian Perayaan Waisak 2562 B.E / 2018 di Persamuan diakhiri dengan blessing oleh Bhante Thiradhammo, dengan menyanyikan lagu pujian waisak dan ramah.*

 


Pilihan Editor
Berita Lainnya
pekanbaru
Ini Juara Gebyar Dangdut II dan Lagu Pop II Cafe Nikmat Pemuda
Senin, 12 Januari 2026 | 16:37:42 WIB
riau
BMG Perkirakan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah di Riau
Senin, 12 Januari 2026 | 08:43:00 WIB
riau
BMG Perkirakan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah di Riau
Senin, 12 Januari 2026 | 08:43:00 WIB
hukum
Status Hukum Naik, Yaqut Terseret Kasus Korupsi Kuota Haji
Jumat, 9 Januari 2026 | 20:43:00 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB