Langkah ini bukan sekadar retorika, melainkan bentuk nyata perang terhadap narkoba di dalam tubuh kepolisian. Herry menegaskan bahwa satu oknum yang tersandung narkoba bisa merusak reputasi seluruh institusi.
“Kepercayaan publik itu harga mati. Jangan sampai gara-gara segelintir orang, citra Polri hancur,” ujarnya.
Bagi Herry, ini bukan hanya soal penegakan disiplin, tetapi juga upaya penyelamatan generasi bangsa. Polisi yang seharusnya melindungi masyarakat, tidak boleh justru menjadi bagian dari masalah.
Tahlil Hari Ketujuh Zulmansyah Sekedang, PWI Riau Kenang Dedikasi Sang Tokoh Pers
Saksi Bongkar Dugaan Fee Rp7 Miliar hingga Kode Rahasia “Tujuh Batang”
"Narkoba adalah musuh kita semua!" tegasnya.
Peringatan ini bukan hanya untuk anggota di lapangan, tetapi juga bagi seluruh jajaran Polda Riau. Herry ingin membangun budaya anti-narkoba di lingkungan kepolisian yang ia pimpin.