“Helikopter patroli sangat penting untuk kegiatan pemantauan dan deteksi dini titik api. Jadi, total kita akan menerima empat unit helikopter, yakni tiga untuk pemadaman dan satu untuk patroli,” jelasnya.
Saat ini, menurut Edy, proses pengiriman helikopter masih dalam tahap akhir di tingkat BNPB. Pihaknya berharap seluruh tahapan pengiriman dapat segera diselesaikan agar bantuan bisa segera tiba di Riau, terutama mengingat kondisi cuaca panas mulai terasa di sejumlah wilayah.
“Kami sangat berharap bantuan ini dapat segera tiba. Beberapa hari terakhir suhu udara cukup tinggi dan berpotensi meningkatkan risiko karhutla. Maka dari itu, percepatan pengiriman sangat kami harapkan,” katanya.
Bersama Patroli Terpadu, Bupati Zukri Tinjau Titik Karhutla di Desa Gambut Mutiara
Pemprov Riau Intensifkan Pemadaman Karhutla, Puluhan Sortie Udara Dikerahkan
Meski demikian, Edy menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi karhutla di Riau masih terkendali. Titik-titik api yang sempat terdeteksi telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur.
“Alhamdulillah, situasi karhutla saat ini masih nihil. Namun, kami tetap siaga. Seluruh personel gabungan tetap berjaga 24 jam dan akan bergerak cepat jika ada deteksi dini titik api,” ungkapnya.