|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Ali
SELATPANJANG - Daging ayam yang tidak memenuhi unsur Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (Asuh) ternyata masih dijumpai di pasaran di Kota Selatpanjang.
Hal itu dibuktikan ketika tim monitoring peredaran daging Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Dinas Kesehatan, Pol PP, Karantina, MUI dan DisperidnagKopUKM mendatangi beberapa pasar di Kota Selatpanjang.
Pantauan di lapangan masih banyak para pedagang yang belum paham cara memotong sesuai syariat Islam. Dari hasil monitor masih ditemukan ayam yang dipotong tidak sempurna.
101 Gram Sabu & 100 Butir Ekstasi Disita di Bandara SSK II Pekanbaru
Tim Gakkumdu Temukan APK Paslon 03 di Lokasi PSU Siak
"Kami menemukan ada pedagang yang menjual ayam tidak dipotong secara sempurna, karena masih ada saluran untuk makanan yang belum putus sempurna," ujar Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner, DKPTPP Kabupaten Kepulauan Meranti, drh Syafrilia Wulandari, baru-baru ini.
Menurutnya, tujuan monitoring adalah untuk mendeteksi keberadaan daging yang tidak memenuhi unsur Aman, Sehat, Utuh dan Halal (Asuh). Tetapi pihaknya lebih berkonsentrasi terhadap pemotongan unggas, yakni ayam potong.
"Dari hasil sidak pasar pengawasan produk pangan asal hewan, diimbau seluruh umat muslim untuk tidak membeli daging ayam, ceker, hati, maupun kulit dari lapak Apo yang beralamat di pasar SD Komplek Jalan Imam Bonjol, karena setelah kita periksa pemotongannya tidak sesuai syariat Islam, juru potongnya muslim dia mengakui hal itu, dan tidak halal jika kita konsumsi," kata drh Syafrilia.
Dia menambahkan, penjual ayam potong yang bernama Apo termasuk pedagang yang bandel dan tidak mengikuti imbauan yang diberikan. Bahkan, label ayam non muslim yang ditempel petugas tahun lalu ditutupnya untuk mengelabui umat Islam.
Penyelundupan Sabu dalam Roti Gabin di Lapas Narkotika Rumbai, Digagalkan Petugas
Ditemukan Dua Kasus Ternak Terjangkit Penyakit Mulut dan Kaki di Kampar
"Pedagang ini pernah kita bina, namun tetap ngeyel, tahun lalu juga seperti ini. Jadi kepada saudara muslim diharapkan berhati- hati dalam membeli. Belilah ayam dengan penjual muslim," ucapnya.*