Khusus untuk Indra Pomi, total penerimaan yang terakumulasi disebut mencapai Rp1,225 miliar.
Dimana uang-uang itu diserahkan? Lokasinya tak kalah mencolok— mulai dari rumah dinas Wali Kota Pekanbaru, kawasan perkantoran Pemko di Tenayan Raya, hingga tempat yang tak lazim seperti Mal Pelayanan Publik dan sebuah toko pakaian di Jalan Jenderal Sudirman.
Jaksa menyebut, tindakan para kepala dinas tersebut bukan sekadar gratifikasi, melainkan bagian dari sistem yang sudah terbentuk dan dijalankan dalam diam — dengan harapan akan memberi imbal balik dalam bentuk proyek, posisi, atau prioritas anggaran.
Mudik Sambil Live TikTok 11 Jam Tanpa Putus, Dave–Iwet Pecahkan Rekor MURI
Ustadz Abdul Somad Dikabarkan Terjebak Saat Kericuhan Pecah di Lapas Muara Beliti
Sidang ini baru permulaan. Namun nyanyian para terdakwa telah menjadi nyala awal dari percik api yang bisa membakar lebih banyak nama. Bukan tidak mungkin, jalur birokrasi di Pekanbaru akan berguncang hebat jika nyanyian ini terus berlanjut. *