|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rea | Penulis : Adlis Pitrajaya
Di era digital, media sosial telah menjadi panggung utama kehidupan sehari-hari. Kita membagikan momen-momen bahagia, cerita harian, hingga pencapaian keluarga—semuanya dengan satu ketukan jari. Namun, di balik euforia berbagi, ada risiko yang sering tak disadari: keamanan dan privasi keluarga yang terancam.
Tak sedikit kasus penipuan, pemalsuan identitas, bahkan eksploitasi anak yang bermula dari unggahan foto pribadi di media sosial. Oleh karena itu, penting bagi setiap pengguna untuk memahami batas-batas dalam membagikan konten, terutama yang menyangkut anak-anak dan pasangan.
Polemik Bandara IMIP: Ketika Pernyataan Pejabat Negara Tak Lagi Sejalan
Indosat Memperkuat Kialitas dan Keamanan Jaringan du Kepulauan Riau
Mengapa Privasi Keluarga Harus Dilindungi?
Anak-anak belum bisa memberi persetujuan : Anak-anak, terutama balita, tidak punya kapasitas untuk menyetujui fotonya dipublikasikan. Padahal, jejak digital itu abadi dan bisa berdampak saat mereka tumbuh dewasa.
Data visual bisa disalahgunakan : Foto anak atau pasangan bisa dicuri, diedit, bahkan digunakan untuk akun palsu, penipuan adopsi, atau konten eksploitasi yang lebih buruk.
Informasi tak langsung bisa dibaca orang jahat : Foto sederhana di depan rumah bisa mengungkap alamat. Pakaian sekolah anak bisa menunjukkan lokasi pendidikan. Semua ini menjadi celah bagi pelaku kejahatan.

Panglima TNI Ingatkan Penggunaan Strobo dan Sirene Sesuai Aturan
Ketika Pipa Korosi Menggerogoti PAD Siak
Jenis Foto yang Sebaiknya Tidak Diunggah
Berikut adalah beberapa jenis konten yang sebaiknya dihindari untuk diunggah ke media sosial:
❌ 1. Foto wajah anak secara jelas
Pelantikan PWI Kepri di Batam, Ketua Umum PWI Ingatkan Soal Etika Pers
Pekanbaru dan Parkir; Ketika Kantong Rakyat Jadi Lumbung Para Bandit
Apalagi jika disertai nama lengkap, usia, atau informasi sekolah.
Solusi: gunakan angle belakang atau sensor wajah.
❌ 2. Foto anak dalam kondisi rentan
Perjanjian Kerja Sama Keamanan Migas: SKK Migas dan Polda Riau Perpanjang Sinergi
Medali Pertama Riau Dipersembahkan Rahmat di Cabang Atletik
Misalnya sedang mandi, tertidur, atau berpakaian minim. Meski tampak lucu, ini bisa disalahgunakan untuk konten eksploitasi.
❌ 3. Foto identitas atau dokumen penting
Kartu keluarga, KTP, kartu vaksin, hingga tiket perjalanan bisa membuka celah pencurian data.
❌ 4. Lokasi rumah, sekolah, atau tempat kerja
Hindari memberi petunjuk lokasi real-time yang bisa digunakan untuk memetakan aktivitas Anda.
❌ 5. Foto pasangan dalam situasi privat
Meskipun terasa akrab dan romantis, tidak semua momen perlu dibagikan ke publik. *