|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : detik.com
Sebelumnya, Pjs Menteri Pertahanan Patrick Shanahan mengatakan kepada parlemen AS bahwa AS hanya berupaya untuk menangkal, bukan memprovokasi Iran.
"Kita tidak ingin situasi meningkat," ujar Shanahan. "Ini tentang pencegahan, bukan tentang perang, kita bukan akan berperang," imbuhnya.
Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat seiring AS mengerahkan sebuah kapal induk dan pesawat-pesawat pengebom B-52 ke kawasan Teluk Persia. Pengerahan itu disebut Washington untuk menghadapi apa yang mereka sebut sebagai "ancaman" Iran.
Ditjen Pas Kirim 100 Napi Risiko Tinggi Riau ke Nusakambangan
PM Inggris Serukan Gencatan Senjata, Tapi Kirim Senjata ke Israel
Hubungan AS dan Iran makin memanas sejak Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir antara Iran dan negara-negara kekuatan dunia yang disepakati tahun 2015. Di bawah kesepakatan itu, Iran sepakat membatasi kapasitas pengayaan uranium dan mendapatkan keringanan sanksi sebagai imbalannya.
Setelah AS mundur dari kesepakatan itu, Trump kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran sejak tahun lalu dan meningkatkannya beberapa bulan terakhir. Secara terang-terangan, Trump meminta seluruh negara untuk menghentikan impor minyak Iran atau terancam menghadapi sanksi-sanksi AS.