|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rea
Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi polemik pencabutan kartu identitas liputan Istana milik reporter CNN Indonesia, Diana Valencia.
Prasetyo memastikan pihaknya akan mencari jalan terbaik menyelesaikan persoalan tersebut. Ia mengaku sudah meminta Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden untuk segera berkomunikasi dengan CNN Indonesia.
“Ya, kita cari jalan keluar terbaik. Besok BPMI akan mencoba menjalin komunikasi agar ada penyelesaian yang baik. Kita bangun komunikasi bersama,” kata Prasetyo, Minggu (28/9).
Bupati Siak Penuhi Janji ke Masyarakat Jadi Saksi di Sidang Konflik Tumang
Bukan Tandingan! Istana Tegaskan Komite Reformasi Polri Bentukan Prabowo Jadi yang Utama
Pertemuan antara pihak Istana dan CNN Indonesia dijadwalkan berlangsung pada Senin (29/9).
Sementara itu, Dewan Pers juga telah menyampaikan sikap resmi terkait kasus ini. Mereka meminta Istana mengembalikan akses liputan bagi jurnalis CNN Indonesia yang dicabut setelah menanyakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Dewan Pers meminta agar akses liputan wartawan CNN Indonesia segera dipulihkan sehingga yang bersangkutan dapat kembali menjalankan tugas jurnalistiknya di Istana,” bunyi keterangan di situs resmi Dewan Pers.
Gebrakan 100 Hari Kerja, Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Agung-Markarius Realisasikan Janji Politiknya
Penyelesaian Konflik Lahan PT SSL dan Masyarakat di Siak, Semua Pihak Aktif Carikan Solusi Terbaik
Selain itu, Dewan Pers juga mendesak Biro Pers Istana memberikan penjelasan terbuka atas pencabutan ID liputan tersebut agar tidak menghambat kerja jurnalistik di lingkungan kepresidenan.
Sebelumnya, Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, Titin Rosmasari, mengonfirmasi pencabutan ID Pers Diana pada Sabtu (27/9) malam sekitar pukul 19.15 WIB. Menurutnya, seorang petugas BPMI datang ke kantor CNN Indonesia untuk mengambil kartu identitas tersebut.
Titin menegaskan pihaknya telah mengirim surat resmi kepada Istana guna meminta klarifikasi. Ia juga menilai pertanyaan yang diajukan Diana kepada Presiden Prabowo relevan dengan isu publik mengenai MBG.
16 Hari Kerja, Bupati Siak Afni Janjikan Tunda Bayar Dituntaskan Tahun Ini
Secercah Harapan dari Parit Aman: Menanti Janji Perbaikan untuk SDN 011
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menambahkan bahwa pencabutan ID Pers jurnalis CNN Indonesia berpotensi mengganggu kebebasan pers. Ia menekankan pentingnya semua pihak menghormati peran media sebagaimana dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Biro Pers Istana sebaiknya memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan kesan menghalangi pelaksanaan tugas jurnalistik. Kasus serupa diharapkan tidak terulang demi menjaga iklim kebebasan pers di Indonesia,” ujar Komaruddin. *
Sumber: Republika