|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red
Ia mengungkapkan bahwa jajaran pimpinan beserta staf Bea Cukai telah dikumpulkan untuk membahas proses reformasi. Menurutnya, pembekuan bukan ancaman kosong karena pernah terjadi pada masa Orde Baru, ketika tugas Bea Cukai dialihkan kepada Societe Generale de Surveillance (SGS). “Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16 ribu pegawai Bea Cukai dirumahkan,” tegasnya.
Sebagai langkah percepatan, Purbaya mulai menerapkan teknologi berbasis kecerdasan buatan dalam operasional Bea Cukai. Teknologi ini dirancang untuk menyederhanakan proses kepabeanan sekaligus mempercepat deteksi pelanggaran seperti underinvoicing. Ia optimistis hasil reformasi dapat terlihat dalam waktu dekat.
Hingga Oktober 2025, Kementerian Keuangan mencatat penerimaan kepabeanan dan cukai telah mencapai Rp 249,3 triliun atau 82,7 persen dari target APBN 2025, didorong peningkatan penerimaan bea keluar dan cukai. Namun, bagi Purbaya, capaian tersebut belum cukup untuk menghapus persoalan reputasi dan tata kelola yang kini menjadi sorotan. *