|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, NATO berusaha mengambil sikap hati-hati. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menegaskan bahwa aliansi tetap berkomitmen menjaga keamanan kawasan Atlantik Utara, namun tidak mencari konfrontasi. “NATO does not seek conflict, but we will protect all Allies,” kata Stoltenberg. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi politik untuk mencegah salah perhitungan. “Dialogue remains essential, even when tensions are high,” ujarnya.
Situasi ini berkembang di tengah konflik Rusia–Ukraina yang masih berlangsung dan menjadi sumber utama ketidakpastian keamanan Eropa. Rusia sendiri menilai bahwa meningkatnya aktivitas militer NATO di sekitar kawasan Arktik dan Eropa Timur sebagai ancaman langsung. Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyatakan bahwa arsitektur keamanan Eropa saat ini tidak lagi seimbang. “The expansion of military blocs toward our borders creates risks that cannot be ignored,” kata Putin dalam pernyataan terpisah.
Dari pihak Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menanggapi isu Greenland dengan menyebut bahwa kawasan Arktik seharusnya tetap menjadi wilayah kerja sama damai. “The Arctic must remain a zone of stability and cooperation, not confrontation,” kata Peskov, seraya menuding negara-negara Barat memperkeruh situasi dengan retorika militer.
Polemik Bandara IMIP: Ketika Pernyataan Pejabat Negara Tak Lagi Sejalan
BMKG: Cuaca Riau, Waspada Hujan Disertai Petir di Malam Hari
Pengamat menilai bahwa ketegangan terbaru ini mencerminkan perubahan dinamika geopolitik global, di mana kawasan Arktik semakin menjadi pusat perhatian karena nilai strategis, rute pelayaran baru, serta potensi sumber daya alam. Namun, para pemimpin Eropa menegaskan bahwa stabilitas kawasan harus dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada indikasi langkah militer langsung yang akan diambil oleh pihak mana pun. Namun pernyataan-pernyataan keras dari para pemimpin dunia menunjukkan bahwa hubungan transatlantik dan keamanan Eropa tengah berada dalam fase yang sensitif, di mana diplomasi dan kehati-hatian menjadi kunci untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. *