POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
HOME / Mancanegara

Eropa Waspada, Pernyataan AS soal Greenland Picu Reaksi Sekutu

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:49:34 WIB
Editor : Red | Penulis : Putrajaya
Eropa Waspada, Pernyataan AS soal Greenland Picu Reaksi Sekutu
Wilayah Greenland yang memiliki posisi strategis di kawasan Arktik.

Pekanbaru - Ketegangan geopolitik di Eropa kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan keras terkait kepentingan strategis AS di Greenland. Pernyataan tersebut memicu reaksi dari Denmark, Uni Eropa, serta sejumlah pemimpin NATO yang menilai isu ini berpotensi mengganggu stabilitas keamanan kawasan Eropa dan Arktik.

Presiden Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak bisa membiarkan Greenland berada di luar kendali strategisnya. “Greenland is vital for our national security. We cannot ignore the threats coming from Russia and China,” kata Trump dalam pernyataannya. Ia juga menegaskan bahwa AS akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya. “It will be done,” ujarnya singkat saat ditanya apakah Washington akan meningkatkan tekanan terhadap Denmark.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Pemerintah Denmark. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menegaskan bahwa Greenland merupakan bagian dari Kerajaan Denmark dan status tersebut tidak dapat diganggu gugat. “Greenland belongs to the people of Greenland, and Denmark will not accept any attempt to undermine its sovereignty,” kata Frederiksen dalam pernyataan resminya.

Baca :

Frederiksen juga menekankan bahwa isu keamanan harus diselesaikan melalui dialog dan kerja sama internasional. “We believe that challenges in the Arctic must be addressed through cooperation, not confrontation,” ujarnya. Denmark dilaporkan telah meningkatkan kehadiran militernya di Greenland sebagai langkah defensif untuk memastikan stabilitas kawasan.

Reaksi juga datang dari Uni Eropa. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan dukungan penuh kepada Denmark dan menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional. “Europe stands firmly behind the principles of sovereignty and territorial integrity,” kata von der Leyen. Ia menambahkan bahwa tekanan sepihak berisiko merusak tatanan global berbasis aturan. “Any escalation would be harmful not only for Europe, but for global stability,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, NATO berusaha mengambil sikap hati-hati. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menegaskan bahwa aliansi tetap berkomitmen menjaga keamanan kawasan Atlantik Utara, namun tidak mencari konfrontasi. “NATO does not seek conflict, but we will protect all Allies,” kata Stoltenberg. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi politik untuk mencegah salah perhitungan. “Dialogue remains essential, even when tensions are high,” ujarnya.

Baca :

Situasi ini berkembang di tengah konflik Rusia–Ukraina yang masih berlangsung dan menjadi sumber utama ketidakpastian keamanan Eropa. Rusia sendiri menilai bahwa meningkatnya aktivitas militer NATO di sekitar kawasan Arktik dan Eropa Timur sebagai ancaman langsung. Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyatakan bahwa arsitektur keamanan Eropa saat ini tidak lagi seimbang. “The expansion of military blocs toward our borders creates risks that cannot be ignored,” kata Putin dalam pernyataan terpisah.

Dari pihak Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menanggapi isu Greenland dengan menyebut bahwa kawasan Arktik seharusnya tetap menjadi wilayah kerja sama damai. “The Arctic must remain a zone of stability and cooperation, not confrontation,” kata Peskov, seraya menuding negara-negara Barat memperkeruh situasi dengan retorika militer.

Pengamat menilai bahwa ketegangan terbaru ini mencerminkan perubahan dinamika geopolitik global, di mana kawasan Arktik semakin menjadi pusat perhatian karena nilai strategis, rute pelayaran baru, serta potensi sumber daya alam. Namun, para pemimpin Eropa menegaskan bahwa stabilitas kawasan harus dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

Baca :

Hingga berita ini diturunkan, belum ada indikasi langkah militer langsung yang akan diambil oleh pihak mana pun. Namun pernyataan-pernyataan keras dari para pemimpin dunia menunjukkan bahwa hubungan transatlantik dan keamanan Eropa tengah berada dalam fase yang sensitif, di mana diplomasi dan kehati-hatian menjadi kunci untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. *


Pilihan Editor
Berita Lainnya
opini
Dewan Perdamaian dan Cara Trump Merangkul Lawan
Selasa, 20 Januari 2026 | 13:30:16 WIB
pekanbaru
Brigjen TNI Agustatius Sitepu Nahkodai Korem 031/Wira Bima
Selasa, 20 Januari 2026 | 11:59:54 WIB
mancanegara
Eropa Waspada, Pernyataan AS soal Greenland Picu Reaksi Sekutu
Selasa, 20 Januari 2026 | 11:49:34 WIB
WASHINGTON
Dewan Perdamaian Versi Trump Bikin Dunia Waswas, PBB Terancam Tergeser
Senin, 19 Januari 2026 | 22:41:33 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
1
3
4
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB