|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Analis keamanan dari International Institute for Strategic Studies (IISS), Mark Fitzpatrick, juga menilai konflik AS–Iran saat ini lebih mengarah pada pola managed confrontation. Menurutnya, kedua negara cenderung menguji batas lawan masing-masing tanpa melewati ambang yang dapat memicu perang terbuka.
Di luar aspek militer, Bruce Riedel, mantan analis CIA dan peneliti di Brookings, menyoroti dampak global yang bisa muncul bahkan tanpa perang. Ketegangan berkepanjangan di sekitar Teluk Persia, khususnya jalur energi strategis, dinilai cukup untuk memicu gejolak harga minyak dan ketidakstabilan ekonomi global.
Secara umum, para pengamat tersebut sampai pada kesimpulan yang relatif sejalan: Timur Tengah tengah memasuki fase eskalasi berbahaya, namun perang besar belum menjadi pilihan rasional bagi AS maupun Iran. Skenario yang lebih mungkin adalah periode panjang adu kekuatan, tekanan politik, dan benturan terbatas yang dijaga agar tidak meluas.
PPP Dipersilahkan Tinggalkan Koalisi Jika Ngotot Sodorkan Sandiaga Uno
Pemerintah Ngotot Gelar Pilkada, Kemendagri Minta Bantuan Pemda
Namun, mereka juga mengingatkan bahwa stabilitas dalam kondisi seperti ini sangat rapuh. Tanpa komunikasi politik yang efektif dan kontrol militer yang ketat, satu insiden saja bisa mengubah kalkulasi dan menyeret kawasan ke konflik yang lebih luas. *