|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Pernyataan kedua pemimpin ini menunjukkan adanya kesamaan kepentingan antara Riyadh dan Teheran dalam mencegah konflik terbuka yang berpotensi meluas dan berdampak langsung terhadap keamanan serta ekonomi kawasan.
Sejumlah analis menilai, penolakan Arab Saudi untuk menjadi basis serangan militer juga didorong oleh pengalaman masa lalu, termasuk serangan terhadap fasilitas minyak Saudi yang pernah mengganggu stabilitas energi global. Konflik terbuka dengan Iran dinilai berisiko tinggi, tidak hanya bagi keamanan nasional Saudi, tetapi juga bagi pasar energi dunia.
Dengan mengambil posisi menolak keterlibatan militer langsung dan mendorong dialog, Arab Saudi dinilai sedang memosisikan diri sebagai penyeimbang kawasan. Sikap ini juga mencerminkan perubahan pendekatan kebijakan luar negeri Riyadh yang tidak lagi sepenuhnya mengikuti garis kepentingan kekuatan besar, melainkan lebih menekankan kepentingan stabilitas regional jangka panjang.
WNI Masuk Militer Asing, Yusril Tegaskan Status Kewarganegaraan Tak Langsung Gugur
Wabup Siak Syamsurizal Optimis, Realisasi PAD Akan Dikejar di 2026
Di tengah ketidakpastian hubungan Iran–AS, pernyataan MBS tersebut memperlihatkan bahwa dinamika politik Timur Tengah kini semakin ditentukan oleh kalkulasi aktor regional itu sendiri, bukan semata oleh tekanan geopolitik global. *