HOME / Opini

Merekonstruksi Penanganan Fakir Miskin: Saatnya Negara Keluar dari Pendekatan Seragam

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:28:36 WIB
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : Deslina
Merekonstruksi Penanganan Fakir Miskin: Saatnya Negara Keluar dari Pendekatan Seragam - Pekanbaruexpress
Ilustrasi/tangkapan layar medsos

Penanganan fakir miskin tidak bisa berdiri sendiri. Zakat, melalui lembaga seperti Baznas, harus diposisikan sebagai bagian dari sistem nasional. Namun, pembagian peran harus jelas: zakat dapat memperkuat intervensi negara, bukan menggantikannya.

Rekonstruksi ini bukan sekadar perubahan teknis, tetapi perubahan cara berpikir. Selama negara masih melihat fakir dan miskin sebagai satu kategori yang bisa diselesaikan dengan satu pendekatan, maka kebijakan hanya akan berulang tanpa hasil signifikan.

Indonesia tidak kekurangan program, tetapi kekurangan ketepatan. Dan ketepatan itu hanya bisa dimulai dari satu hal paling dasar: memahami dengan benar siapa yang sedang ditangani, dan bagaimana seharusnya negara bertindak.

Baca :

Jika tidak, maka amanat konstitusi hanya akan tinggal sebagai teks—tanpa pernah benar-benar hadir dalam kehidupan mereka yang paling membutuhkan.*


Pilihan Editor
Berita Lainnya
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB

Artikel Popular
1
3
5
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB